AMBON, AT.- Setelah mendapatkan izin resmi Pemerintah Korea, Universitas Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon akhirnya melauncing King Sejon Institute. Sekolah tentang bahasa dan budaya negara Korea ini baru pertama kali di Indonsia bagian timur yang mendapatkan izin untuk diimplementasikan di Perguruan Tinggi.
Peluncuran King Sejong Institute dilaksankan di ruang auditorium, Jumat (29/9) sekitar pukul 10.30 WIT. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Rektor Universitas Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Prof. Dr. Yance Z Rumahuru MA, para dosen dan dua diantaranya berasal dari Korea, serta para mahasiswa.
Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru MA yang diwawancarai media ini menjelaskan, King Sejon Institute adalah sebuah sekolah yang mengajarkan tentang bahasa dan budaya Negara Korea.
“Iya benar, bisa dikatakan Sejong Institute adalah sekolah. Sekolah ini mengajarkan tentang bahasa maupun budaya Negara Korea, “ jelasnya.
Menurut Rektor IAKN Ambon ini, King Sejong Institute tidak mudah mendapatkan izin dari Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pariwisata. Sebelumnya, King Sejong Institute ini sudah tersebar di 64 negara.
Untuk Indonesia sendiri, baru mencapai sepuluh perguruan tinggi yang mendapatkan izin untuk sekolah ini diselenggarakan. Sementara pada wilayah Indonesia Bagian Timur, baru pertama kalinya diselenggarakan di kampus IAKN Ambon.
Orang nomor satu di IAKN Ambon ini sangat bersyukur dan mengapreasiasi terselenggaranya sekolah ini. Olehnya itu, dia mengaku di Indonesia Bagian Timur terkhusnya di Maluku baru pertama kalinya pemerintah Korea memberikan izin kepada IAKN untuk menyelenggarakan sekolah tersebut kepada generasi Indonesia untuk belajar tentang bahasa dan budaya Korea.
Selain itu, dia menjelaskan, di Maluku minat untuk belajar bahasa dan budaya Korea sangat tinggi di kalangan pemuda. Meski demikian, mengetahui bahasa dan budaya negara di Asia Tenggara ini tentunya tidak sekadar hanya dengan menonton sinetron, menikmati musik, maupun tarian, tetapi yang terpenting adalah bagaimana generasi penerus bangsa terus belajar dan melakukan transformasi budaya Indonesia.
Rektor membeberkan, izin uji coba bagi King Sejong Institute selama enam bulan. Jika ada perkembangan yang baik dan dievaluasi oleh Pemerintah Korea, maka ijin tersebut akan diperpanjang sekaligus diberikan pembiayaan untuk penyelenggaraannya selama tiga tahun. Dengan demikian, pihaknya berharap melalui peluncuran (Launchong) tersebut dapat mewujudkan kemampuan generasi Indonesia untuk menguasai bahasa da budaya Korea.
“Kalau dengan perjanjian seperti itu, tentunya kami punya kesempatan untuk mendapatkan itu. Dan terutama generasi muda harus belajar banyak tentang Korea sehingga IAKN Ambon menjadi ikon Perguruan Tinggi di Indonesia Timur saat ini, “ pungkasnya. (AKS)
Dapatkan sekarang