AMBON,AT-Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terus melanda sebagian besar wilayah Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon, menimbulkan banjir dan longsor.
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena meminta, warga yang mendiami kawasan lereng gunung dan bantaran sungai untuk terus waspada dan sigap terhadap kondisi alam saat ini.
"Nah di musim penghujan seperti ini kami selalu mengingatkan dan meminta kepada warga untuk waspada. Apalagi mereka yang tinggal di lereng-lereng bukit, dan bantaran sungai,"kata dia, kepada media ini diruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, cuaca buruk terutama musim penghujan di Kota Ambon, biasa terjadi dipertengahan tahun.
"Setiap tahun terjadi (hujan), di bulan-bulan Juni hingga Juli. Jadi warga harus waspada," ujarnya.
Dikatakan, dalam dua hari terakhir sudah ada sejumlah pohon tumbang dan sebagian rumah warga yang terendam air.
"Hujan beberapa waktu terakhir inikan membuat banjir dan pohon tumbang di beberapa titik. Untuk longsor sendiri sampai dengan hari ini hanya ada satu unit rumah dikawasan Batu Gajah, dan sudah langsung ditangani. Begitu juga dengan banjir dan pohon tumbang seluruhnya sudah kita tangani dengan baik," jelasnya.
Wattimena menambahkan, Pemerintah Kota Ambon, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus memantau setiap perkembangan bencana di Kota Ambon.
"Untuk kondisi saat ini memang tidak separah bulan Juni lalu. Namun kita tetap waspada. Seluruh OPD teknis juga sudah kami perintahkan untuk siaga sehingga begitu terjadi langsung ditangani. Jangan tunggu warga teriak baru ditangani," tegasnya.
Diakui, dengan kondisi tersebut maka Pemerintah Kota, mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembangunan rumah dikawasan lereng gunung.
"Kami mengimbau minimal masyarakat sadar bahwa ada bagian-bagian wilayah di kota Ambon, tidak bisa dijadikan area pemukiman. Rata-rata korban longsor saat ini akibat tidak taat terhadap Pemerintah," bebernya.
Untuk itu, dirinya berharap agar, warga yang hendak melakukan pembangunan rumah mengurusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Kami sangat berharap semua yang membangun akan mengurusi IMB karena disitu (IMB), kami (Pemerintah Kota Ambon-red), akan diteliti mana yang layak untuk dibangun mana yang tidak, sehingga kita bisa meminimalisir korban bencana alam, terutama longsor dan banjir," pungkaanya. (AHA)
Dapatkan sekarang