Hibah JICA Jepang, Tanimbar Bersaing Produk Perikanan Nasional
Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar, Daniel E. Indey bersama perwakilan dari JICA dan KKP menekan sirine yang menandai dimulainya peletakan batu pertama konstruksi Pelabuhan Perikanan Ukurlaran di Saumlaki, Sabtu (12/11/2022)

Dok. Istimewa
Admin
13 Nov 2022 20:07 WIT

Hibah JICA Jepang, Tanimbar Bersaing Produk Perikanan Nasional

SAUMLAKI, AT.-Pelabuhan Perikanan Ukurlaran Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mulai dibangun pada Sabtu (12/11/2022). Pelabuhan ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp111 miliar yang merupakan dana hibah Japan International Cooperation Agency (JICA).

JICA Partnership Program (JPP) atau Program Kemitraan JICA merupakan suatu program yang bertujuan mendorong pelaksanaan berbagai proyek pembangunan pada tingkat masyarakat akar rumput di berbagai negara berkembang yang diprakarsai oleh berbagai mitra pembangunan Jepang (khususnya lembaga swadaya masyarakat atau LSM, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi) yang memiliki teknologi dan pengalaman dalam pembangunan. Proyek JPP ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di berbagai negara.

Ada beberapa daerah di Indonesia yang mendapatkan program tersebut, termasuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang menerima hibah JICA Jepang lewat kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Mentri KKP nomor 125 tahun 2021.

Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP, Tri Aris Wibowo menjelaskan Pelabuhan Perikanan Ukurlaran Saumlaki merupakan salah satu lokasi  koordinator penentuan Sektor Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

"Idealnya, bukan pembangunan pelabuhan saja, tetapi akan dibangun kawasan budidaya, pasar, prosesing unit perikanan, tentu saja dilandaskan pada potensi daerah setempat. Kami akan terus berupaya menjadikan pelabuhan perikanan Ukurlaran menjadi pelabuhan yang modern, ramah lingkungan,"kata Wibowo saat menyampaikan sambutan pada Ground Breaking Ceremony (peletakan batu pertama) Konstruksi Pembangunan Pelabuhan Perikanan Ukurlaran di Saumlaki, Sabtu (12/11/2022).

Wibowo berharap, pada tahap pelaksanaan, dapat melibatkan dan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai kualifikasi dan kebutuhan proyek.

"Serta dalam pelaksanaannya nanti dapat melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bentuk upaya mengembangkan perekonomian daerah,"tambahnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Tanimbar Daniel E. Indey mengatakan, Tanimbar berada di dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni Perairan Laut Banda dan sekitarnya (WPP-714), dan Perairan Laut Arafura dan sekitarnya (WPP-718). Kondisi ini menggambarkan betapa potensialnya sumber daya kelautan dan perikanan di KKT, dimana potensi lestari (MSY) sumber daya ikan mencapai 25.345,11 ton/tahun, dengan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB) sebesar 20.276,09 ton/tahun.

"Sementara sampai saat ini pemanfaatannya baru mencapai 39,79% dari JTB. Karena itu diharapkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Ukurlaran ini dapat  berkontribusi positif bagi pemanfaatan dan pengelolaan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang ada, sehingga dapat menghasilkan produk bernilai ekonomis dan berdaya saing yang tinggi,"harap Indey.

Selain itu, Indey akan berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, maupun dengan masyarakat setempat untuk perluasan wilayah agar pembangunan sarana dan prasarana berkelanjutan ini dapat terlasana dengan baik.

Pihak JICA berencana kedepan akan melakukan bantuan teknis berupa peningkatan SDM nelayan bagi masyararat lokal. Proyek berdasarkan kontrak kerja 27 Oktober 2022, akan diselesaikan selama 450 hari kalander atau sampai 31 Januari 2024. (mal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
1 Disukai