AMBON, AT.--Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Maluku berlangsung pada 2024 mendatang. Beberapa figur yang dikabarkan maju sudah mulai muncul ke publik. Sebut saja, Jeffry Apoly Rahawarin, Murad Ismail dan Febri Calvin Tetelepta.
Selain ketiga figur ini, belakangan muncul nama Hendrik Lewerissa dan Saadiah Uluputty. Hendrik adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Maluku. Sedangkan Saadiah, pengurus DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku.
Kedua tokoh ini sudah punya modal politik. Hendrik pernah maju sebagai wakil gubernur Maluku mendampingi Abdullah Tuasikal pada Pilkada Gubernur Maluku 2013. Meski kalah, pasangan dengan akronim Beta Tulus, itu berhasil mengantongi 162.525 suara 21,04 persen dari total 772.311 Pilgub yang dikuti lima pasangan calon itu.
Gagal jadi wakil gubernur, mantan pengacara di Associate Lawyer Makarim & Taira Law Firm, itu memilih istrahat sejenak dengan tidak mencalonkan diri di Pileg 2014. Dalam rentang lima tahun itu, Hendrik lebih banyak mempromosikan diri melalui aktivitasnya sebagai ketua DPD Partai Gerindra Maluku.
Jebolan magister hukum (S2) Temple Universitydi Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat ini mencoba peruntungan pada Pileg 2019. Ia maju sebaga calon anggota DPR Republik Indonesia daerah pemilihan Maluku. Meski bertarung melawan empat petahana dan figur kuat lain seperti Abdullah Tuasikal, pasangannya di Pilgub, Hendrik mampu meraup 60.084 suara, yang membawanya menduduki kursi jatah Maluku di Senayan.
Sementara Saadiah merupakan politisi ulung PKS. Dua periode sebagai anggota DPRD Maluku dari dapil Maluku Tengah (2009-2019) membuktikan bahwa penerima penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2018, itu cukup diterima di masyarakat. Inilah yang mendorong perempuan asal Negeri Lima, Maluku Tengah naik satu tingkat menjadi anggota DPR RI hasil Pileg 2019 dengan meraih 46.411 suara.
Menurut Direktur Maluku Political Institute, Wahada Mony keberbasilan Hendrik dan Saadiah di arena pileg ini menjadi bisa menjadi modal untuk maju sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur Maluku 2024. Keduanya sudah sudah teruji.
"Mereka berdua ini adalah figur potensial yang kalau mau bangun poros baru di Pilgub Maluku, dan ini sangat potensial dan patut diperhitungkan oleh figur yang lain," jelas Wahada kepada Ambon Ekspres, Senin (3/4).
Menghadapi Pileg 2024, kata dia, Hendrik dan Saadiah aktif turun gunung menyosialisasikan diri maupun melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat di hampir semua daerah di Maluku.
"Saadiah sebelum DPR RI, juga pernah di DPRD Maluku selama dua periode. Hendrik ketua partai kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI. Jadi dari semua sisi kedua figur ini punya. Termasuk finansial," bebernya.
Selain aspek figuritas, lanjut Wahada, kedua figur tersebut juga memiliki kendaraan siap pakai. Gerindra memiliki 6 kursi, dan PKS 5 kursi di DPRD Maluku. Tanpa berkoalisi dengan parpol lain, PKS dan Gerindra sudah bisa mengusung pasangan calon sendiri.
Meski Pilkada digelar setelah Pileg, namun Wahaha yakin Gerindra maupun PKS akan mampu mempertahankan perolehan kursi di DPRD Maluku. "Gerindra PKS adalah partai yang sudah teruji dan tidak perlu diragukan. Setiap Pemilihan legislatif khusus DPRD Maluku, selalu di posisi wakil ketua DPRD. Saya kira ini modal untuk Pileg 2024 mereka tetap berupaya untuk mempertahankan posisi itu," jelasnya.
Sementara itu, pengamat Politik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Said Lestaluhu juga menilai, peluang Hendrik dan Saadiah berpasangan sangat ditentukan oleh perolehan kursi. Meksi begitu, ia mengaku, secara personal sosok Hendrik Lewerissa dan Saadiah Uluputty merupakan politisi yang sudah teruji elektabilitasnya di masyarakat.
"Yang pasti bahwa mereka berdua ini elektabilitas sudah teruji. Karena sudah terpilih sebagai anggota DPR RI saat ini. Saya kira semakin banyak calon semakin bagus,agar masyarakat juga bisa memilih dan memilah siapa yang akan dipilih," jelasnya.
Saat ini, Hendrik dan Saadiah masih mendaftar sebagai calon anggota DPR RI di pileg 2024. Bila terpilih lagi, malah lebih baik karena dari sisi kekuatan lebih terukur.
"Kalau mereka terpilih lagi malah lebih baik, setelah itu baru kembali maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Inti dari semua ini bagaimana bisa memajukan daerah," ungkap Lestaluhu. (WHB)
Dapatkan sekarang