AMBON,AT.--Kenaikan harga tiket pesawat Wings Air rute Ambon-Dobo membuat calon penumpang. Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga menemui Presiden Direktur Lion Air Group Rudi Lumingkewas untuk membicarakan kenaikan harga tiket, namun tidak membuahkan hasil.
Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Kepulauan Aru, Erens P. M. Kalorbobir lewat rilis, Mingu (7/8) mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Presdir Lion Air Group yang membawahi Wings Air, Johan Gonga menyampaikan terkait tingginya harga tiket yang mencapai 2,6-3 juta rupiah, ketidakpastian keberangkatan yang ditandai pembatalan keberangkatan sepihak dari Wings Air, sampai meminta rute baru Dobo-Langgur pulang pergi.
Lewat pertemuan tersebut, lanjut Eerens, Presdir Lion Air Grup menjelaskan, kenaikan harga tiket disebabkan disamping akibat naiknya harga avtur, juga karena komponen pembentuk harga tiket, seperti pengisian bahan bakar (fuelcharge) 20 persen, pajak bandara, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan lain-lain.
“Termasuk jam operasional bandara yang hanya sampai jam 5 sore, menyebabkan jam operasional penerbangan satu pesawt ATR hanya hanya 5 jam per hari. Padahal bisa lebih, dan itu membebani biaya operasional maskapai. Disamping itu, biaya airport tax juga naik signifikan, dan dibebankan pada penumpang, selain adanya pembebanan/pendoublean PPN utk beberapa objek,”paparnya.
Kondisi ini membuat pihak Lion Air Grup menutup pelayanan akibat adanya protes dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Pasalnya, Lion Air tidak mampu menutup biaya keluar akibat tingginya biaya operasional yang tidak diikuti dengan jumlah penumpang yang tidak signifikan.
Dalam keputusan Menteri Perhubungan tentang Tarif Batas Atas (TBA) untuk rute Ambon-Dobo, senilai Rp 1.985.000. Ini adalah besaran harga dasar, diluar komponen rajat bandara (airport tax), pengisian bahan bakar dan lain-lain.
Menurut penjelasan Presdir Lion Air yang didampingi Area Manager Wings Air Bandara Pattimura Ambon, harga tiket senilai Rp2.566.100 masih belum melampaui TBA. Rinciannya, tarif dasar dan pengisia bahan bakar Rp 1.985.000, serta pajak bandara dan lain-lain Rp581.100, yang sudah dibenarkan oleh Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan.
“Menyikapi kondisi ini, disepakati penerbangan tidak setiap hari, tapi 4-5 kali seminggu (day 1,3,5,7), yg diharapkan akan menaikan penumpang sehingga dapat menutupi biaya penerbangan yang tinggi serta adanya kepastian keberangkatan,”jelasnya.
Selain itu, pihak Wings Air juga tidak bisa memenuhi permintaan rute baru Dobo-Langgur, karena tidak adanya pesawat, dan biaya yang tinggi pada penerbangan yang hanya 30 menit saat lepas landas dan mendarat.
Buntut di Wings Air Grup, kata Eerens, Bupati Johan Gonga bertemu Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan. Salah satu kesepakatannya, penerbangan tidak setiap hari, tapi 4-5 kali seminggu (hari 1,3,5,7) yang diharapkan akan menaikan jumlah penumpang sehingga dapat menutupi biaya penerbangan serta adanya kepastian keberangkatan.
“Terkait penerbangan baru rute dobo-langgur, diupayakan pake perintis (Sam Air),”pungkasnya. (tab)
Dapatkan sekarang