AMBON,AT-Meski Pemerintah telah menjadi ketersedian stok bahan pokok (Bapok) di Kota Ambon aman. Namun hal itu tidak berlaku bagi harga-harganya. Sebab harga komoditi beras kini terus alami kenaikan bila dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu.
Pantauan media ini dikawasan pasar Mardika, harga beras terendah dipasar tersebut berada dikisaran Rp 12 ribu perkilo, sedangkan tertinggi berada diangka Rp 19 ribu.
"Harga beras saat ini naik dan sangat berbeda jauh dari sebelumnya. Saat ini saya (pedagang-red) jual 1 kg beras jenis Bulog itu Rp 12 ribu, perkarung 50 kg Rp 590 ribu. Kalau beras Tawon dan Bulir sudah diangka Rp 18 sampai Rp 19 perkilo. Kalau tahun sebelumnya harga besar tidak semahal ini," terang Sumi, salah seorang pedagang beras di pasar Mardika, kepada media ini, kemarin.
Menurut dia, para pedagang terpaksa harus menjual beras dengan harga tersebut, lantaran mereka juga membeli dengan harga yang tinggi dari para agen beras di Kota Ambon.
"Beras-beras ini kita beli langsung dari agen dengan harga jual yang cukup tinggi. misalkan beras Bulog, kita beli dengan harga jual perkilo Rp 10 ribu, maka kita jual Rp 11 ribu," jelasnya.
Dikatakan, dengan jualan tersebut, maka keuntungan yang didepatkan juga sangat kecil.
"Kita beli harga Rp 10 ribu, kemudian kita tanggulangi biaya transpor, sehingga masih wajar kalau kita jual dengan harga segitu, sebab kalau bilang untung juga tidak," terangnya.
Sementara itu, salah seorang warga kota Ambon, Ratna mengaku, harga beras sangat naik. Namun dirinya tetap membeli.
"Biasanya saya beli yang 10 kg beras bulir mas masih Rp 145 ribu, tapi sekarang naik jadi Rp 175 ribu," ujarnya.
Dia mengatakan, penyebab kenaikan beras ini diduga karena kekurangan suplai beras dari pabrik kepada penjual
Untuk itu, dirinya berharap, pemerintah dapat menangani hal ini dengan segera karena banyaknya masyarakat yang mengeluh atas naiknya harga beras.
"Kami sangat berharap Pemerintah segara turun tangan melihat hal ini, biar masyarakat tidak menjadi korban," pintahnya.
Sebelumnya untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok (Bapok), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, terus melakukan operasi pasar.
Kepala Disperindag Kota Ambon, Josias Loppies mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mencegah kelangkaan dan naiknya harga bahan pokok yang ada di Kota Ambon.
"Kita terus melakukan operasi diberbagai kawasan di Kota Ambon. Tujuan operasi pasar ini untuk kita mencegah jangan sampai terjadinya kelangkaan bapok, dan kenaikan harga," katanya.
Menurutnya, operasi pasar ini dilakukan secara intens setiap minggu.
"Setiap minggu kita lakukan operasi pasar. Kita lakukan berpindah-pindah tempat. Baik itu di pasar Mardika, bahkan sampai kekawasan pemukiman warga," ujarnya.
Dikatakan, dalam pasar murah tersebut pihaknya tidak memiliki target tertentu, sebab hanya fokus untuk membantu masyarakat.
"Kegiatan pasar rutin ini hanya untuk bantu masyarakat. Ya kita berharap dengan pasar murah ini dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka," tandasnya.
Untuk diketahui, operasi pasar yang sering digelar itu, melibatkan distributor gema rejeki dengan bahan pokok yang dijual, antara lain, beras, telur, bawang putih dan bawang merah.
“Sistemnya dengan pembagian kupon yakni ada sebanyak 400 sampai 500 kupon yang kita sebar di masyarakat,” jelasnya.
Loppies mengakui, antusias masyarakat sangat besar terhadap operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sebab harga bahan pokok yang dijual sangat murah, dibawah harga pasaran.
“Kita beri harga murah, sebab telah disubsidi oleh Pemkot. Misalnya untuk beras Bulog 5 Kg, dijual dengan harga Rp 55 Ribu, bawang Putih Rp 32 ribu/kg dan bawang merah Rp 34 ribu/kg,” bebernya.
Mantan Kasat Pol PP ini menambahkan, operasi pasar tersebut akan dilanjutkan ke Pasar Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, guna antisipasi dampak kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
“Adanya kenaikan ini disebabkan karena kita bukan daerah penghasil, sehingga berharap pasokan dari luar, ketika pasokan terlambat menyebabkan harga naik," tandasnya. (MG4/AH)
Dapatkan sekarang