AMBON,AT–Plt Ketua DPD Partai Hanura Maluku, Lili Pintauli Siregar, menegaskan tekadnya membawa Hanura menjadi kekuatan politik yang bekerja untuk rakyat Maluku.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Hanura Maluku yang berlangsung di Hotel Pasifik, Ambon, Sabtu (30/8).
“Dengan penuh semangat persaudaraan, kita berkumpul bukan hanya untuk memilih ketua, tetapi menulis sejarah, meneguhkan komitmen, dan memastikan bahwa Hanura akan menjadi kekuatan yang benar-benar bekerja untuk rakyat Maluku,” ujar Lili.
Ia menegaskan, Hanura lahir dari hati nurani rakyat, bukan sekadar untuk berebut kursi kekuasaan.
“Kita lahir untuk memperjuangkan suara mereka yang selama ini tidak terdengar. Kita lahir untuk menjadi rumah rakyat dan cahaya harapan masa depan Indonesia. Kita percaya Indonesia tidak akan sejahtera bila Maluku tidak berdaya,” ucapnya.
Menurut Lili, Maluku adalah “mutiara di timur” dengan laut yang kaya, tanah yang melahirkan rempah terbaik dunia, hingga potensi pariwisata dan energi yang melimpah. Namun, kekayaan itu belum sepenuhnya dinikmati rakyat.
“Nelayan kita masih menghadapi kebijakan yang tidak berpihak. Relaksasi transhipment membuat ikan diangkut keluar tanpa memberi manfaat bagi anak negeri. Hanura berdiri bersama Gubernur Maluku menolak kebijakan yang merugikan nelayan. Kita akan berjuang melahirkan aturan yang melindungi nelayan kecil,” tegasnya.
Tak hanya nelayan, Lili juga menyoroti nasib petani pala, cengkeh, dan kelapa yang kerap terpuruk akibat harga komoditas tidak stabil. Ia berjanji Hanura akan mendorong perlindungan harga, koperasi yang kuat, serta akses pasar yang adil.
Lebih jauh, mantan Komisioner KPK itu menyebut korupsi sebagai penyakit kronis yang menghambat pembangunan di Maluku. “Korupsi adalah racun yang merampas masa depan Maluku. Anggaran untuk sekolah, rumah sakit, jalan, dan pemberdayaan rakyat hilang di tengah jalan. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap rakyat,” ujarnya.
Lili menegaskan Hanura Maluku berkomitmen menjadikan semangat antikorupsi sebagai napas perjuangan partai. Ia menyebut partai akan mendukung pemerintahan yang bersih dan transparan, memperkuat pengawasan anggaran berbasis teknologi, serta bekerja sama dengan KPK, kejaksaan, dan kepolisian.
“Kita ingin Maluku dikenal bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi juga pemerintahan yang bersih, pemimpin berintegritas, dan rakyat yang sejahtera,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan kader tangguh, berwawasan, dan bersih, yang mampu menjawab tantangan percepatan zaman, teknologi, perubahan iklim, serta pembangunan konektivitas antar-pulau.
“Politik harus menjadi jalan kesejahteraan rakyat, bukan jalan pintas memperkaya segelintir elite. Hanura akan hadir dengan solusi, bukan sekadar kritik,” tegasnya.
Lili pun mengajak seluruh kader menjaga semangat persaudaraan khas Maluku, yakni pela gandong. “Pela mengikat kita dalam janji setia, gandong menegaskan kita sebagai saudara. Persaudaraan sejati inilah kekuatan Maluku, yang tidak runtuh oleh badai dan tak tergoyahkan oleh perbedaan,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan agar Musda IV Hanura Maluku menjadi momentum lahirnya kebijakan strategis partai di daerah serta kepemimpinan baru yang mumpuni dan berintegritas.
“Selamat bermusyawarah. Semoga Musda ini melahirkan pemimpin Hanura yang mampu membawa partai ke puncak kejayaan, sekaligus memperjuangkan rakyat Maluku menuju daerah berdaya dan Indonesia sejahtera,” pungkasnya. (Wahab)
Dapatkan sekarang