AMBON,AT-Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Provinsi Maluku periode 2023-2027 resmi dilantik. Hadida Mony dipercayakan sebagai Ketua, Maryam Payapo Sekretaris.
Mereka diharapkan dapat mengembangkan organisasi otonom Muhammadiyah ini ke depan sesuai tujuan sebenarnya.
Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) pimpinan pusat Nasyiatul Aisyiyah, nomor 08/SK/V/2024 yang ditandatangani Ketua umum, Ariati Dina Puspitasari.
Pengambilan sumpah janji oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Muh. Thaib Hunsow, yang dilanjutkan dengan rapat kerja dan seminar sehari mengusung tema "Kajian dan Advokasi Hak Masyarakat adat di Maluku menghadirkan senator asal Maluku Bisri As Sidiq Latuconsina sebagai pemateri berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Wara Ambon, Kamis (9/1).
Ketua Wilayah Muhammadiyah Maluku Thaib Hunsow pada kesempatan itu mengatakan, Nasyiatul Aisyiyah harus memiliki progres yang lebih maju ke depan.
Pentingnya organisasi ini untuk lebih mengakomodir kepentingan seluruh masyarakat, terutama kaum perempuan di Provinsi Maluku.
Nasyiatul Aisyiyah atau NA, harus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat tanpa melihat pada kalangan tertentu, tetapi untuk semua pihak.
Sebab kata dia, keberhasilan suatu organisasi perempuan juga bergantung pada kolaborasi yang erat antara organisasi perempuan lainnya di Maluku.
“Kolaborasi penting agar perempuan di Maluku tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang mengarah pada kemajuan positif," kata Honsuw.
Orang nomor satu di Muhammadiyah Maluku ini sebutkan, ada sekitar 30 pimpinan wilayah dari berbagai organisasi di Provinsi Maluku, mulai dari ketua hingga ketua lembaga dan majelis.
"Saya kira ini menunjukkan adanya semangat kolektivitas dan sinergi dalam upaya memperkuat peran perempuan, dalam pembangunan daerah yang selalu berkolaborasi dengan semua pihak termasuk pemerintah daerah,"sebutnya.
Sementara itu, Ketua Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Maluku Hadida Mony mengungkapkan, pelantikan yang dilakukan merupakan hari bersejarah bagi PWNA karena telah memiliki kepengurusan definitif sebagaimana yang diharapkan.
Dirinya minta agar semua pengurus, harus memiliki rasa patriotisme yang tinggi, serta relevan, terutama dalam mendukung program strategis pemerintah pusat maupun daerah.
Dikatakan perjalanan organisasi Nasyiatul Aisyiyah Maluku ke depan, diperhadapkan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks dan perlu sinergitas agar bisa melewati tantangan itu.
"Tantangan yang begitu kompleks sehingga saya kira sangat penting jadikan rapat kerja ini, untuk merancang program yang relevan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan prinsip perjuangan Muhammadiyah," katanya.
Dikatakan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di kalangan perempuan muda, Nasyiatul Aisyiya
harus memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan pembangunan daerah hari ini maupun dimasa akan datang.
Salah satunya dengan peningkatan kualitas hidup perempuan Muhammadiyah, serta peningkatan kesadaran agama, serta pemberdayaan ekonomi, pencegahan stunting, dan program ketahanan keluarga, program kesehatan melalui kerja sama dengan pemerintah.
Pengurus yang baru dilantik diingatkan untuk selalu siap bersama, memperjuangkan hak-hak perempuan di Maluku.
"Kita harus terus berbenah dan amanah, serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas yang diterima. Kemudian selalu dalam menghadapi apapun persoalan yang terjadi di daerah,"ungkap Hadida.
Pelantikan PWNA Maluku dihadiri perwakilan Pj. Gubernur Maluku Djalaludin Salampessy mewakili Pj. Gubernur Maluku, perwakilan Perempuan Muslim Maluku dan Fatayat NU Maluku serta tamu undangan lainnya. (Wahab)
Dapatkan sekarang