AMBON,AT-Partai Demokrasi Indonesia Perjuanga (PDIP) akan mengkaji sejumlah faktor untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. Selain hasil survei, PDIP juga cenderung mengutamakan kadernya.
PDIP memiliki 8 kursi di DPRD Maluku hasil Pemilu 2024. Untuk mengusung kandidat gubernur dan wakil gubernur, PDIP Hanya membutuhkan satu kursi saja dari partai politik lainnya.
Ada empat bakal calon gubernur mendaftar dan berproses di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, yakni Febry Calvin Tetelepta, Said Latuconsina, Barnabas Orno dan Jefry Apollo Rahawarin.
Sedangkan bakal calon wakil gubernur ialah Abdullah Vanath, Abua Tuasikal dan Muhammad Tadi Salampessy. Nama-nama para kandidat ini telah disampaikan ke DPP PDIP.
Febry Calvin Tetelepta (FCT), Barnabas Orno dan Tadi Salampessy merupakan kader PDIP. Jika partai pemenang Pemilu 2024 itu mendukungnya kader, FCT dinilai paling berpeluang.
Kordinator Wilayah Lembaga Studi Visi Nusantara (Korwil-Ls Vinus) Provinsi Maluku, Lutfi Wael berpendapat, FCT berpeluang mendapatkan rekomendasi PDIP. Banyak kader senior partai tersebut mendukung Febry dari pada kader yang lain.
Menurut Lutfi, FCT memiliki beberapa kelebiha. Selain kader dan pengurus DPP PDIP, serta dekat dengan elit PDIP di pusat, juga memiliki jaringan nasional yang lebih luas.
Belum lagi secara geografis, FCT yang berasal Maluku Tengah, daerah dengan jumlah pemilih terbesar di Maluku, ini lebih kompetitif bila dibandingkan kader PDIP lainnya.
"Bagi saya Pilkada Maluku, figur yang diusung PDIP harus memiliki jaringan pusat yang kuat, bila ingin mengimbangi kekuatan Murad dan Jeffry. Sebab kedua tokoh itu jelas memiliki relasi dan jaringan pusat yang sangat kuat. Untuk PDIP Febry lebih tepat," kata Lutfi kepada media ini, kemarin.
Sebelumnya, pengamat politik Universitas Pattimura, Said Lestaluhu mengatakan, PDIP masih ragu ragu dalam menentukan sikap. Namun secara organisatoris, partai lebih mengutamakan kadernya yang potensial.
"Sudah pasti ada variabel yang dilihat DPP karena partai apapun itu ketika mengusung bakal calon keinginannya adalah menang. Tidak mungkin kalah," singkatnya. (Wahab)
Dapatkan sekarang