Gempa M6,0 Guncang Laut Banda, Dirasakan Hingga Amahai
Istimewa
AdminRedaksi
11 Sep 2026 23:21 WIT

Gempa M6,0 Guncang Laut Banda, Dirasakan Hingga Amahai

AMBON, AT. –  Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang kawasan Laut Banda, Jumat (11/9/2026) malam.

Guncangan dirasakan hingga Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami, berdasarkan hasil pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., dalam keterangan resminya menyampaikan, gempa terjadi pada pukul 18.56.24 WIB atau 20.56.24 WIT.

Berdasarkan hasil analisis dan pemutakhiran parameter BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M6,0 dengan kedalaman 148 kilometer. Episenter berada pada koordinat 7,58° Lintang Selatan dan 129,14° Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 162 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi di kawasan Laut Banda.

Sementara berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan naik atau thrust fault.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto.

Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Maluku. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas IV MMI dirasakan di Amahai, Maluku Tengah, serta Damer dan Pulau-Pulau Babar, Maluku Barat Daya.

Pada skala IV MMI, guncangan pada siang hari umumnya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, intensitas III MMI tercatat dirasakan di Kota Saumlaki dan Kota Tiakur. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk yang sedang melintas.

Hingga pukul 19.15 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang mengalami keretakan maupun kerusakan akibat guncangan gempa untuk mengantisipasi risiko keselamatan.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan akan terus dilakukan. Informasi terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. (*/AJ.

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai