Gelombang Laut Mengamuk, 6 Orang Meninggal   
Tangkapan layar facebook gelombang di Banda Eli, Maluku Tenggara usai kejadian tenggelammya speedboat di daerah itu, Senin (21/2)
Admin
22 Feb 2022 11:44 WIT

Gelombang Laut Mengamuk, 6 Orang Meninggal  

AMBON,AMBONTERKINI.--Gelombang tinggi disertai angin kencang yang terjadi, Senin (21/2), mengakibatkan insiden kecelakaan laut disejumlah wilayah di perairan Maluku. Peristiwa ini bahkan menelan korban jiwa.

Di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dilaporkan satu unit speedboat  yang bertolak dari pelabuhan Watdek tujuan Banda Ely terbalik akibat  dihantam ombak di sekitar Perairan Tanjung Burang, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Enam  orang warga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa naas itu.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari mengatakan, dari laporan yang diterima, kecelakaan laut tersebut terjadi pukul 11.00 WIT. Dengan lokasi kejadian berada pada titik koordinat 515'786' S 133'8406'.

Menurutnya, insiden itu berawal saat speedboat yang belum diketahui namanya itu bersama sejumlah penumpang bergerak dari Pelabuhan Watdek. Namun di tengah perjalanan, sekitar pukul 11.00 WIT, speedboat dihantam ombak. 

Speedboat naas ini kemudian tenggelam dan dilaporkan sebanyak 6 orang meninggal dunia. "Insiden mengakibatkan lima orang penumpang meninggal dunia dan dievakuasi ke Desa Ohoi Waer, Kabupaten Malra sedangkan yang lainnya masih dalam pencarian," kata Mustari.

Sementara itu sebuah longboat berpenumpang enam orang yang bergerak dari Desa Kobamar hendak menuju Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru juga tenggelam akibat dihantam gelombang dan angin kencang. Peristiwa itu terjadi di sekitar perairan Muara Sir Sir, Senin (21/2) pagi sekitar pukul 07.30 WIT. 

Dilaporkan 5 orang berhasil diselamatkan, dan satu orang dinyatakan hilang. Korban hilang bernama Obet Siksikul. "Di Kepulauan Aru satu lagi speedboat tenggelam. Berdasarkan informasi dari Camat Aru, insiden terjadi sekitar pukul 07.30 WIT," kata Mustari.

Sedangkan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), seorang warga asal Negeri Rohmoni dilaporkan hilang kontak dengan keluarga. Korban bernama Hadji Guru Sangadji. Dia hilang saat melaut di perairan Rohmoni.

Berdasarkan informasi, Sangadji yang berusia 42 tahun itu diduga mengalami kecelakaan saat melaut menggunakan satu unit perahu pada Minggu (20/2) sekira pukul 21.00 WIT. Hingga kini, belum diketahui pasti keberadaan korban.

Kantor Basarnas Ambon bersama unsur SAR lainnya telah melakukan pencarian. Setelah menerima informasi Senin (21/2) siang sekitar 11.50 WIT.  Pihak Basarnas telah menerima laporan dan sudah dikerahkan tim ke lokasi pukul 12.10 WIT dengan lokasi pencarian pukul 13.10 WIT. Lokasi kejadian pada koordinat 3"33'12.00?S '128'23'47.73' sebutnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian dilakukan dengan kondisi cuaca hujan sedang, kecepatan angin 8 30 knots serta tinggi gelombang 1.25  2.50 meter. (erm)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai