AMBON,AT-Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Maluku bakal melakukan Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Siaga SAR Khusus ini akan digelar selama 19 hari, rencananya dimulai dari tanggal 18 Desember 2025 sampai dengan 5 Januari 2026 nanti.
“Siaga SAR Khusus merupakan agenda rutin yang kita laksanakan setiap tahun, namun demikian, tugas ini jangan hanya menjadi rutinitas yang monoton tetapi harus mampu menjawab potensi ancaman kedaruratan yang mungkin terjadi, terutama di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan, ruas jalan, dan lokasi-lokasi pariwisata yang menjadi titik kumpul masyarakat," tutur Muhammad Arafah, Kepala Basarnas Maluku saat bincang-bincang dengan media ini di atas Kapal KN SAR 242, kemarin pagi.
Siaga SAR Khusus kali ini, lanjut dia, pihaknya menyiagakan personil yang tersebar di wilayah kerja Basarnas Maluku, baik yang berada di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara hingga Kepulauan Aru
"Kami juga mengerahkan alat utama (Alut) SAR yang ditempatkan pada beberapa tempat strategis yang memiliki potensi rawan musibah atau kecelakaan," beber Arafah.
Arafah juga memprediksi, pada masa perayaan natal dan pergantian tahun kali ini akan terjadi peningkatan arus mudik dan kepadatan massa di tempat wisata.
"Masyarakat yang membutuhkan pertolongan atau bantuan dari Basarnas, bisa melapor ke posko. Atau menghubungi call center 115," imbaunya.
Lebih jauh dikatakan, Basarnas juga telah menggelar kegiatan persiapan dan evaluasi Siaga Khusus yang bertujuan memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi risiko keselamatan masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
"Libur Nataru digunakan masyarakat untuk liburan mudik ke kampung halaman. Basarnas sebagai institusi pemerintah berkewajiban mendukung kelancaran mobilitas tersebut dengan menjamin keselamatan mereka,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Arafah juga merincikan, sepanjang Tahun 2025, Basarmas Maluku mencatat 72 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), dengan total 200 korban dari berbagai insiden kecelakaan transportasi, kondisi membahayakan manusia, hingga bencana.
"Dari 1 Januari hingga 15 Desember 2025, ada sekitar 72 operasi pertolongan SAR dengan jumlah korban 200 orang. Angka itu didominasi kecelakaan kapal yang mencapai 57 kejadian. Data ini menegaskan tingginya risiko keselamatan di wilayah kepulauan Maluku sekaligus kesiapan Basarnas dalam merespons setiap keadaan darurat, " rincinya.
Arafah menjelaskan, dari total operasi tersebut kecelakaan pesawat nihil, sementara kondisi membahayakan manusia tercatat 14 kejadian dengan 28 korban, dan satu operasi SAR bencana dengan dua korban. Penanganan khusus tidak ditemukan sepanjang periode tersebut.
"Sementara untuk Operasi SAR khusus Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dimana terjadi tiga kecelakaan laut. Dua insiden kapal nelayan hilang kontak di perairan Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah berhasil menyelamatkan seluruh korban. Namun, insiden speedboat tenggelam di perairan Tanjung Samala, antara Pulau Manipa dan Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat, menelan 8 korban meninggal dunia dari total 31 penumpang, sementara 23 orang selamat, " rincinya lagi.
Diakhir pembicaraan, Arafah berpesan kepada seluruh personil agar profesional dalam mengambil tindakan dan selalu menjaga kesehatan aagr selama melakukan tugas bisa berjalan dengan optimal dan lancar.
"Tetap waspada dan terus mengidentifikasi potensi ancaman kerawanan saat ini,termasuk bencana hidrometeorologi (banjir dan tanah longsor), kecelakaan transportasi (darat, laut, dan udara), serta kecelakaan di area wisata. Ini momen penting untuk menstandarkan tahap persiapan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Siaga SAR Khusus, sehingga kita siap mengantisipasi terjadinya kecelakaan, bencana, atau kondisi membahayakan manusia,” kunci pria murah senyum ini. (Cal)
Dapatkan sekarang