AMBON,AT-Majelis Ta'lim Nurul Afiyah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon bersama puluhan anak Panti Asuhan Yayasan Melati Al-Khairat peringati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dibalai pertemuan Yayasan Melati Al-Khairat Galunggung Ambon, Sabtu (27/9).
Sekretaris RSUD Haulussy Fatum Pulhehe mengungkapkan, Maulid dilaksanakan dengan tujuan selain merayakan hari lahir Rasullullah Muhammad SAW, juga berkomitmen untuk meneladani tauladannya dalam kehidupan sehari-hari.
Terutama dengan terus menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan rasa toleransi serta kerja sama yang baik, sehingga dalam konsep pelayanan RSUD Haulussy ke depan tidak saja bangkit dengan pelayanan terbaik, tetapi juga berbagai hal-hal baik dapat diraih.
Maulid dilakukan, sebagai sarana ajang silaturahmi dan memupuk rasa persaudaraan antara sesama anggota Majelis Ta'lim dengan pengurus maupun anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Melati Al-Khairat.
"Alhamdulillah atas dukungan dari pimpinan RSUD Haulussy, walaupun persiapan hanya dengan waktu yang singkat, tapi kegiatan ini berlangsung lancar karena kerja sama yang baik dari semua anggota majelis ta'lim dibawah pimpinan ibu Lisda Katjong sebagai Ketua Panitia," jelas Fatum, Sabtu kemarin.
Alasan memilih Yayasan Melati Al Khairat sebagai tempat peringati maulid Nabi Muhammad SAW, agar bisa berbagi dengan anak-anak di Yayasan itu.
"Rencana Ibu Direktur hadir, namun ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga diwakili oleh saya selaku Sekretaris,"sebut Pulhehe.
Tempat yang sama Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc. MA saat menyampaikan Hikmah Maulid mengingatkan, Maulid yang dilakukan sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,
sehingga umatnya memperingati hari kelahirannya pada
setiap 12 Rabiul Awal.
Namun diingatkan pula agar tidak sekedar memperingati hari lahir semata, tetapi harus meneruskan setiap perilaku nabi sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.
Parahnya kata dia, jika mengaku cinta kepada Nabi tetapi Sholat lima waktu diabaikan, tidak berpuasa, tidak pernah mengasih sesama, terutama anak yatim dan lainnya, maka ini keliru.
"Bahkan yang dikhawatirkan pada nantinya di akhirat Nabi tidak mengenal kita sebagai umatnya. Padahal kita rayakan kelahirannya tiap tahun, tapi tidak untuk meneladani perbuatan perbuatan Nabi. Ini kasalahan besar, ternyata kita datang ke Maulid hanya untuk ingin dilihat orang pakai baju bagus, tapi pengetahuan tentang Nabi minim,"ingatnya.
Wajib bagi setiap umat Islam beriman kepada Allah dan Nabi, termasuk Muhammad SAW. Bahkan tidak hanya sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi pelaksanaan dari kalimat itu tidak dilakukan, salah satunya sholat lima waktu serta perbuatan perbuatan baik sebagaimana yang dilakukan Nabi, maka ini rugi besar.
Menurutnya jika seorang hamba cinta kepada Nabi Muhammad, maka yang harus dilakukan adalah memperbanyak sholawat kepadanya sehingga bisa menjadi catatan kelak dihari akhir.
"Jangan hanya baca rawi dan dzikir, tapi kita tidak paham semua itu maksudnya apa. Apalagi sampai tidak mengaplikasikan keteladanan Nabi dalam hidup kita. Sehingga pada akhirnya kita dapat lelah ikut maulid dan tidak mendapatkan amalan apa-apa," jelas Husein mengingatkan.
Umat Islam yang mengaku cinta Nabi Muhammad katanya, harus mengetahui nasabnya, siapa nabinya, siapa keluarganya serta bagaimana keturunannya.
"Jangan nama artis saja kita hafal semua, ketika ditanya keluarga Nabi tidak tau, ini masalah. Makanya Maulid yang dilakukan jangan hanya untuk evoria saja, tapi tidak meningkatkan pengetahuan kita tentang sosok Muhammad dan keluarganya seperti apa,"tegas Husein. (Wahab)
Dapatkan sekarang