FORDAS Maluku Akan Berperan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah
QuBisaAdmin.com
12 May 2026 20:27 WIT

FORDAS Maluku Akan Berperan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah

AMBON, AT – Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Provinsi Maluku periode 2025–2030 menegaskan komitmennya untuk terus membantu Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan pembangunan daerah berkelanjutan.

Salah satu fokus utama FORDAS ke depan yakni berperan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah, mengingat keberadaan daerah aliran sungai perlu diakomodasi dalam perencanaan pembangunan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Hal tersebut disampaikan Ketua FORDAS Maluku, Silwanus M. Talakua saat bersama jajaran pengurus melakukan silaturahmi dengan Direktur Ambon Ekspres, Nasri Dumula dan Pimpinan Redaksi, Hadia Wally di Graha Ambon Ekspres, Selasa (12/5).

Silwanus menjelaskan, FORDAS merupakan forum multi-stakeholder yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan di Provinsi Maluku. Forum tersebut memiliki tugas mengevaluasi pengelolaan daerah aliran sungai di Maluku, mulai dari tata ruang, kualitas dan kuantitas air, rehabilitasi hutan dan lahan, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

“FORDAS nantinya akan mengevaluasi isu-isu strategis serta penguatan masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup lebih baik di wilayah daerah aliran sungai,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2026 FORDAS akan fokus melihat berbagai isu strategis, terutama dampak musim penghujan dan curah hujan ekstrem terhadap kondisi DAS di Maluku.

“Kita akan melihat bagaimana dampak curah hujan ekstrem terhadap kondisi daerah aliran sungai, baik dari sisi lahan yang mengalami erosi dan longsor sebagai bentuk degradasi lahan, maupun dari sisi sumber daya air yang memicu banjir dan menurunkan kualitas serta kuantitas air sungai,” jelasnya.

Selain itu, FORDAS juga akan menggalakkan sejumlah program strategis terkait isu kelangkaan air bersih di Maluku. Berdasarkan sejumlah kajian, kata dia, terdapat kecenderungan terjadinya defisit sumber air minum bagi masyarakat.

“Karena itu, kami akan mendorong berbagai program penguatan kapasitas masyarakat terhadap DAS melalui kampung iklim dan kampung siaga bencana,” katanya.

Ia menambahkan, FORDAS juga berencana melaksanakan pelatihan dan sosialisasi bagi masyarakat desa serta aparat pemerintahan desa agar program-program pembangunan desa dapat mendukung pengelolaan DAS yang bersih dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini direncanakan untuk masyarakat desa termasuk aparat pemerintah desa, sehingga program mereka dapat mendukung pengelolaan DAS yang baik,” pungkasnya.

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai