FIW Maluku- Papua Fokus Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah
Sumedi Andono Mulyo, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional memberikan penjelasan kepada awak media tentang FIW. ----Wahab/Ameks
FaizalLestaluhu
05 Jul 2023 22:38 WIT

FIW Maluku- Papua Fokus Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah

AMBON,AT–Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) gelar Forum Infrastruktur Wilayah (FIW) Maluku–Papua, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat yang berlangsung di SwissBell Hotel Ambon, Rabu (05/07). 

Kegiatan dengan tema “Peran Infrastruktur Dasar dalam Mendukung Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah” dihadiri Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathaniel Orno, yang dibuka secara virtual oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Ervan Maksum. 

Forum tersebut, diharapkan dapat melakukan pemetaan wilayah untuk kebutuhan pembangunan yang merata pada semua daerah di Maluku dalam rangka pengembangan komoditas unggulan daerah. 

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Ervan 
Maksum saat membuka Forum Infrastruktur Wilayah (FIW) Maluku-Papua secara virtual mengatakan, FIW adalah forum yang membahas tentang pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung pengembangan keunggulan daerah dan penguatan rantai nilai daerah, yang perlu di diskusikan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan dan mendiskusikan tantangan, kendala (bottleneck), dan kesenjangan (gap) penyediaan infrastruktur dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah.

“Bagi kami, seluruh masukan yang dihasilkan dari FIW Maluku-Papua 2023 ini, akan kami pergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mempertajam perencanaan 
penyediaan infrastruktur ke depan” jelas Ervan. 

Forum tersebut debutnya, baru pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023 untuk wilayah Maluku-Papua. Sedangkan untuk forum ketiga diselenggarakan setelah forum infrastruktur wilayah Sumatera bagian Utara dan Forum Infrastruktur Wilayah Nusa Tenggara.

Diharapkan melalui FIW dapat mendengarkan berbagai masukan terutama dari kalangan wirausahawan baik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) maupun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dapat membahas dan didiskusikan secara bersama. 

"Yang selanjutnya dijadikan kesepakatan bersama, tentang jenis-jenis infrastruktur strategis apa saja yang akan dibangun terlebih dahulu untuk Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat sesuai kebutuhan," bebernya. 

Selain itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan 
Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional, Drs. Sumedi Andono Mulyo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur wilayah sangat krusial untuk 
meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga.perlu meningkatkan konektivitas dan menguatkan 
rantai nilai daerah.

"Forum Infrastruktur Wilayah juga menjadi bagian dari studi awal
penyusunan RPJPN Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 dan 
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan sektor 
pembangunan infrastruktur,"sebut Andono. 

Tempat yang sama, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dalam sambutannya menyampaikan, kemiskinan yang terjadi di Maluku adalah kemiskinan struktural, dimana memiliki Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam tetapi tidak memiliki akses.

Ia berharap, Forum ini bisa memecahkan agar masyarakat tidak tertinggal. Terutama dengan melihat infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama untuk setiap daerah di Maluku. 

“Saya berharap forum ini tidak menjadi forum rutinitas dan diharapkan betul-betul memberikan kontribusi bagi pengambilan keputusan di tingkat pusat,” sebut Wagub.

Turut hadir pada kesempatan itu, 
Guru besar bidang ilmu transportasi fakultas teknik Universitas Pattimura (Unpatti ) Ambon Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, BSE, MT, Kepala Bappeda Maluku Anthony Lailossa, perwakilan Kabupaten/Kota Maluku Malut, Papua Papua Barat, pelaku usaha, ketua Kadin daerah dan HIPMI se-Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Kementerian Lembaga, serta unsur lainnya yang hadir secara daring maupun luring.

Kehadiran pihak tersebut sangat 
penting, untuk membahas tujuan dan sasaran Rencana Pembangunan 
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Rencana Kerja Pemerintah 
(RKP) khususnya untuk prioritas Nasional . (WHB)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai