Firdaus, Pendaki Asal Jawa Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Gunung Binaya
Firdaus Ahmad Fauzi.
FaizalLestaluhu
17 May 2025 19:38 WIT

Firdaus, Pendaki Asal Jawa Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Gunung Binaya

Nazir : Proses Evakuasi Jenazah Sementara Dilakukan

AMBON,AT-Firdaus Ahmad Fauzi, pendaki asal Bogor, Jawa Barat yang dilaporkan hilang di Gunung Binaya sejak 26 April 2025 lalu, berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim SAR, Sabtu (17/5) sekira pukul 14.30 WIT. 

Fauzi ditemukan tidak jauh dari titik terakhir jejaknya terdeteksi saat operasi SAR pertama, yaitu di Sungai Yahe (3°12'33.6" S,129°30'58.3" E). Lokasi ini cukup terjal, dan saat itu pencarian sempat terhenti karena keterbatasan alat.

Pada operasi SAR kedua ini, relawan membawa peralatan vertical rescue yang lebih lengkap, memungkinkan mereka menuruni medan terjal yang tidak dapat dilakukan sebelumnya.

"Benar, korban sudah ditemukan. Saat ini, tim relawan sedang melakukan evakuasi, " ungkap Nazir Rum, Tim SAR Pencinta Alam Maluku. 

Peta pencarian pendaki asal Bogor, Jabar, Firdaus Ahmad Fauzi. 

Dikatakan, jenazah akan dibawa secara bergantian oleh tim secara estafet menuju Desa Peliana lewat jalur pendakian biasa.

"Operasi SAR kedua oleh Relawan Pecinta Alam Maluku (PAM) bersama masyarakat adat Nusawele Saunulu dimulai sudah sejak 12 Mei 2025," katanya.

Lanjut  Nazir, tim ini terbagi dalam tiga SRU (Search Rescue Unit) atau satuan regu pencari, dengan kronologi sebagai berikut, pada 12 Mei 2025. Tim relawan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan dilanjutkan dengan upacara adat di Piliana. Operasi SAR secara resmi dilanjutkan 13 Mei.

"SRU 1 bergerak menuju Nasapeha untuk melakukan prosesi upacara adat. Ini adalah Lokasi terakhir kali korban dilihat oleh rekan pendakianya. Selanjutnya, 14 Mei, SRU 2 bergerak menuju Isilali. Sementara SRU 3 bergerak menyusuri Sungai Yahe dari hilir ke arah hulu," jelasnya. 

Nazir menuturkan, tanggal 15 sampai 16 Mei, masing-masing SRU melakukan pencarian pada search area yang sudah ditentukan. 

" Pada hari ini, SRU 1 dan SRU 2 bergabung untuk melakukan penyusuran Sungai Yahe dari hulu ke arah hilir. Sekitar pukul 14.30 WIT, mereka menghubungi posko induk di Desa Piliana melalui radio komunikasi (HT) dan melaporkan bahwa Fauzi telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya lagi. 

Saat ini, kata dia, proses evakuasi sedang dilakukan menuju Desa Piliana. Relawan SAR ini dilengkapi dengan perlengkapan evakuasi, termasuk tandu dan kantong jenazah untuk mendukung proses ini.

"Atas nama tim relawan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Firdaus Ahmad Fauzi," ucapnya. 

Pada kesempatan itu, Nazir juga mengucapkan terima kasih kepada semua relawan dan pihak yang telah membantu dan mendukung proses pencarian ini. 

"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Mohon doanya agar proses evakuasi berjalan lancar hingga selesai, " tutup Nazir dalam rilisnya yang diterima media ini, Sabtu (17/5). (Cal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai