AMBON, AT.- Esdina Aritonang akhirnya meraih juara satu Lomba Latte Art Battle Ambon (LABC) setalah mengikuti lomba dalam rangka memperingati hari kopi sedunia pada 1 Oktober 2022 yang di gelar oleh Swiss Bellhotel .
Lomba yang berlangsung di lobby Swiss- Bellhotel pada Jumat (30/10) ini turut menghadirkan juri General Manager SBAM, I Ketut Gunarta, perwakilan Balai Latihan Kerja, Rio, Putri kopi 2018, Olda Soselisa beserta undangan lainnya.
Kegiatan ini diikuti oleh sepuluh orang barista, namun setelah lomba berlangsung satu orang barista dinyatakan mundur. Juara satu lomba ini berhasil diraih oleh Esdina Aritonang disusul juara juara dua, Fahrul Ekandy Prasetya dan Jis Abdul Latif Mudjid menempati posisi juara tiga.
Ketiga finalis tersebut menerima hadiah berupa piala, uang tunai, sertifikat dan voucher menginap di Swiss-Bellhotel.
General Manager Swiss-Belhotel Ambon, I Ketut Gunarta yang diwawancara Ambon Ekspres, Jumat (30/10) menjelaskan, tujuan pelaksanaan lomba Latte Art Battle Competition untuk memperkenalkan aneka kopi Latte Art dan kreativitas kopi yang ada di Maluku.
Gunarta mengaku, para barista yang mengikuti lomba tersebut mereka belum saling kenal antara satu dengan lainnya. Sehingga melalui lomba yang digelarnya menjadi suatu wadah untuk memperkenalkan sesama mereka dengan harapan mereka bisa bersaing di dunia internasional.
Orang nomor satu di Swiss-Bellhotel ini mengaku, di Maluku memiliki identitas kopi tersendiri yang nantinya akan menarik perhatian para wisatawan berkunjung untuk menikmati kopi khas Maluku.
Selain itu, kata dia, melalui kegiatan ini terbentuklah sebuah komunitas SBAM Late Art Community yang diketuai oleh Mekarsari Gea.
Dengan demikian, pihaknya berharap kompetisi di ajang lomba tersebut dapat meningkatkan pariwisata di Maluku. Karena sebagian besar orang yang dari luar atau travelling sebagian besar dari mereka merupakan penikmat kopi.
Dia menambahkan, jika wisatawan luar Maluku sudah tergiur dengan nikmatnya kopi tentunya mereka akan mencari kopi khas Maluku.
“ Ketika mereka mencoba sebuah kopi mereka akan tertarik untuk datang kembali dan mengenal bahwa salah satu kopi terenak di Indonesia ada di Maluku, khususnya di Kota Ambon, “ pungkasnya. (LHS)
Dapatkan sekarang