Enam Srikandi Diprediksi Melenggang ke Senayan
Widya Pratiwi, Caleg DPR RI yang melenggang ke Senayan. ---Istimewa.
FaizalLestaluhu
01 Mar 2024 09:10 WIT

Enam Srikandi Diprediksi Melenggang ke Senayan

6 Srikandi Melenggang ke Senayan

AMBON,AT-Tiga calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan tiga calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) perempuan dari daerah pemilihan Maluku berpeluang lolos Senayan. Hal ini menunjukkan, mayoritas pemilih cenderung memilih caleg perempuan ketimbang laki-laki.

Berdasarkan hasil penghitungan perolehan suara sementara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masukan di website pemilu2024.kpu.go.id per Kamis (29/2) pukul 18.00 WIT, jumlah perempuan anggota DPD dan DPR dapil Maluku berpeluang terus bertambah menjadi enam orang dari  lima orang saat ini atau periode 2019-2024. 

Data sementara tersebut menunjukkan, tiga caleg DPR perempuan periode 2024-2029 yang berpotensi lolos adalah Widya Pratiwi dari PAN dengan memperoleh 44.262 pribadi, dan akumulasi suara caleg dan partai 47.857. 

Kemudian, Saadiah Uluputty (PKS) suara pribadi 26.462, dan akumulasi suara caleg dan partai 35.193, dan Mercy Barends (PDIP) 23.524 suara pribadi, dengan akumulasi suara caleg dan partai 33.626. Caleg laki-laki yang berpeluang lolos adalah Hendrik Lewerissa dari Gerindra dengan suara pribadi 32.077, dan akumulasi suara caleg dan partai 40.530. 

Tiga calon anggota DPD perempuan juga memiliki peluang yang sama, karena berada pada posisi empat besar perolehan suara terbanyak sementara.

Mereka adalah  Novita Annakota 73.293 suara, Anna Latuconsina 45.523 suara, dan Mirati Dewaningsih 42.862 suara. Bisri As Shiddik Latuconsina berada di peringkat empat dengan memperoleh 33.316 suara. 

Pengamat politik Universitas Pattimura, Said Lestaluhu mengatakan, fenomena terpilihnya caleg perempuan dari dapil Maluku sudah terjadi pada pemilihan anggota legislatif beberapa periode sebelumnya. Bahkan, pada Pileg 2019, tiga calon anggota DPD terpilih adalah perempuan, yaitu Anna Latuconsina, Miratih Dewaningsih dan Novita Annakota. 

Menurut Said, hal ini menunjukkan bahwa pemilih di Maluku cenderung memilih calon anggota DPD dan DPR perempuan daripada laki-laki. 

"Kalau saya lihat ada fenomena menarik yang kita sebut dengan politik feminisme yang artinya bahwa ternyata pemilih cenderung memilih kaum perempuan. Jadi, di DPD itu ada 3 perempuan, dan di DPR  juga ada 3 perempuan yang lolos," nilai Said kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (27/2).

Fenomena menarik lainnya dari Pemilu 2024, khusus pemilihan anggota legislatif di Maluku, lanjut Said, ialah muncul caleg baru Widya Pratiwi yang mendulang suara terbanyak sementara, dan berhasil menggusur petahana dari Nasdem, Abdullah Tuasikal. 

"Memang salah satu yang unik adalah ibu Widya, karena beliau banyak melakukan aktivitas sosial dan sangat direspon positif oleh masyarakat luas.  Beliau terpilih sebagai pendatang baru mestinya kan tertatih-tatih berada pada urutan ke-4, tapi berasa pada posisi pertama. Ini memang sesuatu yang sangat fenomenal," jelas dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpatti itu. 

Terlepas dari caleg perempuan atau laki-laki terpilih, yang terpenting menurut Said, mereka harus menggunakan hak dan wewenangnya secara maksimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di DPR dan DPD. Ia berharap, para senator dan legislator tersebut ditempatkan pada komisi-komisi yang berhubungan langsung dengan kepentingan Maluku. 

"DPR itu ada fraksi dan komisi yang membidangi pengembangan kepulauan terutama potensi perikanan, mineral dan energi. Kalau mereka menduduki bidang-bidang ini mereka bisa akses komunikasi dengan kementerian terkait sehingga lewat kesempatan itu upaya-upaya untuk menyampaikan presepsi tentang kebutuhan yang ada di Maluku itu bisa dipercepat," jelasnya. 

Percepatan pembangunan, kata Said, merupakan hal mutlak yang harus diperjuangan oleh anggota DPR dan DPD di Jakarta. Apalagi, Maluku wilayah kepulauan dan jumlah penduduk miskin masih banyak sehingga membutuhkan strategi khusus.

Para senator dan legislator, diharapkan bisa mendesain program untuk bisa melakukan percepatan pembangunan terutama kaitannya dalam insfrastruktur untuk konektifitas daerah.

"Juga soal wacana krusial tentang program nasional, seperti lumbung ikan nasional, Ambon New Port yang sampai sekarang tak ada kejelasan. Kita berharap dengan suasana baru, mereka bisa akses komunikasi dengan pemerintah pusat sehingga program tadi bisa dilaksanakan di Provinsi Maluku,"pintanya. 

TERUS BERTAMBAH DAN MENDOMINASI

Sementara itu, informasi yang dihimpun Ambon Ekspres dari berbagai sumber, fenomena terpilihnya politisi perempuan seimbang dengan laki-laki dari Maluku sebagai anggota legislatif nasional telah terjadi pada Pileg 2009 lalu. Pada periode 2004-2009, hanya satu perempuan yaitu Mirati Dewaningsih yang lolos jadi senator, dan tiga lainnya laki-laki yaitu Abraham Dominggus Tuapattinaya, Midin B. Lamani, dan Husein A. Rahayaan. 

Pada periode berikutnya, 2009-2014, jumlah anggota DPD dapil Maluku bertambah jadi dua yaitu Latuconsina dan Etha Aisyah Hentihu, sementaralaki-laki Jhon Pieris dan Jack Ospara. Jumlah senator perempuan tetap sama pada 2014-2019, yaitu Anna Latuconsina dan Novita Annakotta. Komposisi berubah, bahkan senator perempuan bertambah menjadi tiga orang yaitu Anna Latuconsina, Miratih Dewaningsih dan Novita Annakota untuk periode 2019-2024. 

Komposisi kursi DPR juga demikian. Periode 2004-2009, semua anggota DPR RI dapil Maluku adalah laki-laki, yaitu Alexander Litaay dari PDIP, Hamzah Sangadji dari Golkar, Abdul Aziz Arbi (PKS), dan Z. Leander Ohoiwutun, S.IP (Partai Damai Sejahtera). 

Kemudian, periode 2009-2014, hanya satu caleg perempuan yaitu Miratih Dewaningsih (PKB) yang terpilih. Tiga kursi lainnya ditempati Alexander Litaay (PDIP), Sonny Waplau (Demokrat) dan Edison Betaubun (Golkar). 

Satu periode berikutnya, 2014-2019, legislator perempuan bertambah menjadi dua yaitu Rohani (PKB) dan Mercy Barends (PDIP). Dua kursi lainnya diperoleh politisi laki-laki Edison Betaubun (Golkar) dan Amri Amrullah Tuasikal (Gerindra) yang kemudian diganti oleh Tazlim Azis. 

Kompsisi ini bertahan pada periode 2019-2024, dimana caleg perempuan Saadiah Uluputty (PKS) dan Mercy Barends (PDIP) terpilih, bersanding dengan dua politisi laki-laki yaitu Hendrik Lewerissa (Gerindra) dan Abdullah Tuasikal dari Nasdem. Kini, jumlah politisi perempuan yang berpotensi lolos ke Senayan semakin bertambah. (M04/TAB)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai