Enam Sektor Strategis Jadi Poin MoU Pemkot Ambon dan TFL, Maspaitella: Ini Komitmen Bersama
FaizalLestaluhu
11 Sep 2025 09:06 WIT

Enam Sektor Strategis Jadi Poin MoU Pemkot Ambon dan TFL, Maspaitella: Ini Komitmen Bersama

AMBON,AT—Pemerintah Kota Ambon kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU) percepatan pembangunan enam sektor strategis, Selasa (9/9/2025). 

Enam sektor itu meliputi penyediaan air bersih, pengelolaan sampah menjadi energi, pembangunan energi terbarukan, manajemen transportasi perkotaan, rehabilitasi kawasan kumuh menjadi rumah susun modern, serta pengembangan Ambon Blue Economy.

Kesepakatan ini diteken oleh Ketua Komite Tetap Kerja Sama Sinergi Investasi Daerah Kadin Indonesia Reza Valdo Maspaitella, Pendiri Transition Fund Limited (TFL) Swedia Prof Dr Niclas Adler, dan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.

MoU ini juga membuka jalan bagi keterlibatan dua badan usaha milik negara (BUMN) asal Tiongkok untuk memperkuat integrasi Maluku dalam jejaring investasi global. Turut hadir, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta dan Pj. Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette.

Visi Ekonomi Baru

Ketua Komite Tetap Kerja Sama Sinergi Investasi Daerah Kadin Indonesia Reza Valdo Maspaitella, Pendiri menegaskan, Kadin memiliki komitmen bersama membangun sinergi lintas sektor demi percepatan pembangunan daerah khususnya Kota Ambon.

“Tugas kita adalah membangun sinergi percepatan pembangunan daerah melalui investasi BUMN, BUMD, swasta nasional, dan swasta asing. Kami menyiapkan pembiayaan dan infrastruktur melalui skema Indonesia Regional Development Fund. Saya tidak mau daerah hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama pembangunan,” ujar Reza.

Ia menambahkan, keanekaragaman hayati laut Maluku menyimpan peluang besar yang menjadi daya tarik tersendiri.

Kata dia, Ambon ditahun 450 lalu, terkenal karena rempah-rempah, dan sekarang sedang difokuskan untuk membangun ekonomi baru berbasis laut. 

"Maluku bisa menjadi pusat riset global berbasis keanekaragaman hayati laut, tempat lahirnya obat-obatan inovatif, pabrik farmasi, dan universitas keanekaragaman hayati laut kelas dunia,” jelas Maspaitella.

Sementara itu, Prof Niclas Adler menilai, investasi ini tidak semata menyangkut ekonomi, tetapi juga membangun peradaban baru yang berakar pada kekayaan alam.

“Keunikan Maluku dapat menjadi rujukan global bagi pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penandatanganan MoU ini bertepatan dengan momentum peringatan 450 tahun Kota Ambon.

Langkah awal dari kerja sama ini akan dimulai beberapa minggu mendatang. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan masyarakat dalam enam hingga dua belas bulan.

Ambon pun bergerak dari sekadar kota bersejarah menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis keanekaragaman hayati laut, baik untuk Maluku, Indonesia, maupun dunia. (Wahab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai