AMBON,AT-Sebanyak Empat Rumah (4) dan Tujuh (7) unit Motor berbagai jenis dikawasan padat penduduk Benteng Atas (Bentas), Jalan Gajah RT, 02, RW 01, Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, hangus di lahap sijago merah.
Dari amukan api tersebut membuat kepanikan sejumlah warga setempat berlarian dan berteriak histeris. Dari kejadian tersebut Satu Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jemmy Supusama meninggal dunia terkena serangan jantung akibat dari dampak kebakaran tersebut, Jumat (15/12).
Kebarakan terjadi sekitar pukul 11.06 WIT, diduga akibat arus pendek berasal dari rumah kelurga Rinto atau biasa di sapa Polo, sehingga api tersebut merembes dan membakar beberapa rumah di sekitarnya.
Dari pantauan media ini sekira pukuk 13.00 WIT di lokasi, terlihat korban termenung sambil menatap sejumlah warga dan Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sedang berjibaku memadamkan api yang mebakar rumah mereka.
Menurut keterangan saksi, Remon yang juga warga setempat menjelaskan, sebelum terjadinya kebakaran saya lagi duduk di depan rumah yang tidak jauh dari Rumah Rinto yang terbakar. Setelah melihat itu saya langsung keluar bergegas teriak minta pertolongan kepada warga.
"Saya melihat apai itu keluar dari Rumah Rinto, langsung saya bergegas keluar berlarian minta tolong kepada warga. Setelah warga melihat kejadian tersebut langsung mereka memadamkan api deng alat seadanya, " ujar saksi mata Remon.
Tidak berselang lama dengan kejadian tersebut, Pemadam Kebaran (Damkar) Kota Ambon langsung bergegas mengarahkan sebanyakan Enam (6) Unit Mobil Pemadam menuju kelokasi dan memadampan api tersebut dan di bantu oleh warga setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Ambon, Edwin Pattikawa mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, namun menurut keterangan warga kebakaran disebabkan hubungan arus pendek.
"Sebab kebakaran menurut pengakuan warga itu karena korsleting arus pendek. Tetapi kami sendiri belum bisa memastikan apa penyebabnya," jelas Pattikawa.
Dikatakan, para korban nantinya akan difungsikan ke tempat penampungan sementara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Ambon.
"Tadi saya sudah koordinasi dengan RT dan BNPB untuk bagaimana mencari lokasi penampungan sementara bagi para korban," terangnya.
Diketahui, korban tersebut yakni, Keluarga Apolo Rinto, Marthen Rinto, Emi Rinto, Erwin Gondeng. Total korban tersebut berjumlah 16 jiwa. (Jar)
Dapatkan sekarang