NAMROLE,AT.-Warga asal Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Tasrik Hitimala ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sungai Waetina, Buru Selatan, Minggu (26/6). Tasrik hilang terseret arus sungai sejak empat hari lalu.
Tasrik yang datang ke Namrole, Buru Selatan untuk membuka usaha kayu, itu dinyatakan hilang sejak Kamis (23/6). Saat itu, sekira pukul 12.00 WIT, Tasrik bersama empat rekannya, Jais Nurlete, Akrim Ninilouw, Jaman Tuhuteru dan Alfi Tuhahitu hendak menyeberangi sungai Waetina di Desa Namrinat, Kecamatan Namrole untuk mengambil mesin senso kayu.
Lebar sungai sekira 20 meter. Arusnya cukup deras. Saat berada di tengah-tengah sungai, Tasrik merasa lemas dan tidak bisa berenang lagi sehingga terbawa arus.
Nurlette bersama tiga temannya berusaha mengejar lewat pinggiran sungai. Namun, Tasrik tak lagi ditemukan.
Informasi hilangnya korban dilaporkan ke Polsek Namrole. Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliser Sesily yang mengetahui kabar itu langsung menuju ke lokasi hilangnya korban, didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buru Selatan, Awat Mahulauw.
Sebanyak 6 orang dari tim SAR, 7 petugas BPBD serta 30 warga Desa Namrinat, Lektama, Fatmite, dan Waefusi ikut mencari korban hingga ditemukan telah meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Salim Alkatiri.
"Warga Buano yang terseret arus sungai itu sudah ditemukan. Hanya saja yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Proses pencarian korban dilakukan sejak dinyatakan hilang pada Kamis (23/6) pekan kemarin,”ujar Mahulauw saat dikonfirmasi, Minggu (26/6).
Mahulauw mengungkapkan sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan korban setelah ditemukan. Pihak keluarga meminta korban dimakamkan di Namrole.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang masih terjadi saat ini.
“ Saya minta kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, lereng gunung tepian pantai untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat yang mau melakukan aktvitas menggunakan transportasi laut harus memperhatikan kondisi cuaca. Ini semua berkaitan dengan keslamatan masyarakat sendiri,”tutupnya. (ESI)
Dapatkan sekarang