Dunia Pendidikan dan Jurnalistik Sangat Berhubungan
Admin
29 Nov 2022 13:14 WIT

Dunia Pendidikan dan Jurnalistik Sangat Berhubungan

AMBON, AT- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Husen mengatakan dunia pendidikan dan jurnalistik sangat berhubungan. Olehnya itu, ilmu jurnalistik harus bisa dikuasai tenaga pendidik dan kependidikan.

Hal itu ditegaskan Husen saat menyampaikan materi tentang korelasi antara pendidikan dan jurnalistik pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan di Manise Hotel, Senin (28/11). Kegiatan ini dikuti oleh peserta dari satuan pendidiakn SMA dan SMK se-Provinsi Maluku. 

Di hadapan peserta, Husen membeberkan bahwa korelasi antara pendidikan dengan jurnalistik telah diatur dalam Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang kegiatan ekstra kulikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Sekdis menyebutkan, ada dua tujuan dari pendidikan jurnalistik pada satuan pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan bakat, minat, dan kreativitas serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain melalui pendidikan jurnalistik dan menyalurkan bakat dan minat siswa serta memberikan lifeskill (kecakapan hidup) kepada siswa baik sekarang maupun setelah lulus dari satuan pendidikan. 

Sedangkan manfaat yang diperoleh dari kegiatan jurnalistik terbagi atas dua bagian yakni, bagi peserta didik yang meliputi, peserta didik memiliki kemampuan untuk menuklis dan melakukan reportase, dapat menyusun karya ilmiah, dapat memahami pelajaran lain, melatih peserta didik untuk tampil berani, menjadi bekal sebagai penulis dan jurnalis masa mendatang dan meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. 

Sedangkan manfaat bagi satuan pendidikan,  akan menjadi media dan sarana agar seluruh kegiatan satuan pendidikan dapat terpublikasikan dan diketahui oleh masyarakat umum. 

Husen menjelaskan, kata jurnalistik secara umum memiliki empat makna dalam hubungannya dengan peserta didik yakni dunia tulis menulis, dunia cetak, ragam bahasa jurnalistik dan bentuk-bentuk tulisan jurnalistik. Dari empat hal tersebut dapat diartikan bahwa jurnalistik adalah dunia menulis mulai dari memproduksi tulisan,  bentuk tulisan yang diproduksi sampai mengkonsumsikan tulisan – tulisan tersebut. 

Dia menambahkan, jurnalistik pada satuan pendidikan merupakan keinginan atau komitmen media masa untuk memberikan perhatian kepada dunia pendidikan. Kegiatan jurnalistik pendidikan adalah kegiatan dimana para jurnalis meliput semua kegiatan dunia pendidikan untuk memberi sebuah perhatian terhadap dunia pendidikan yang kurang diekspos oleh media massa.

Pendidikan jurnalistik adalah para jurnalis memberikan pelatihan kepada guru atau siswa sebagai Pembina atau peserta kegiatan ekstrakulikuler di satuan pendidikan untuk dapat  menguasai banyak hal tentang jurnalistik seperti menyusun reportase, menulis berita, menulis feature, menulis artikel, fotografi dan lain-lain. 

Dia menambahkan, tanggung jawab satuan pendidikan terhadap  pendidikan jurnalistik antara lain, kepala sekolah sebagai pendorong ketersediaan program dan anggaran bagi terlaksananya kegiatan ektra kulikuler jurnalistik di satuan pendidikan,  guru pembina sebagai perancang kegiatan ekstra kulikuler jurnalistik dan lain – lain.

"Sedangkan siswa mengikuti kegiatan jurnalistik oleh pembina, orang tua memberikan dukungan terhadap kegiatan jurnalistik pada satuan pendidikan dan dinas pendidikan menyediakan program dan anggaran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler jurnalistik pada satuan pendidikan, “ pungkasnya.  (aks)

 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai