BURSEL,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melakukan Penandatanaganan Nota Kesepamahan, Pemanfaatan Fasilitas Jasa dan Layanan Perbankan dan Dukungan Program Smart City dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pendangatangan nota kesepahaman itu dilakukan di Aula Lantai II Kantor Bupati, kemarin.
Pemkab Bursel diwakili Gerson Selsily, Wakil Bupati, sementara PT BNI (Pesero) TBK diwakili Aera Head Wilayah 07 PT BNI Persero TBK Makassar, Yari Yudho Purwanto. Hadir pula Pimpinan BNI Cabang Ambon, Alexander R Naping, Pimpinan BNI KCP Buru Selatan Olga Tuwaidan, Sekertaris Daerah Buru Selatan, Umar Mahulette, Kepala Dinas Pendapatan, Sadly Sahadi hingga pimpinan organisasi perangkat daerah.
Selsily dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan perjanjian kerjasama antara pemerintah Kabupaten Buru Selatan dengan PT Bank BNI (Persero) TBK terkait dengan pemanfataan fasilitas jasa dan layanan perbankan dan dukungan Smart City adalah kegiatan yang pertama kali kita laksanakan tahun ini. Dan sekaligus dimulainya kegiatan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaaan (PBB-P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta pajak lainnya secara online dengan PT Bank BNI (Persero) TBK sesuai amanat undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.
Kepres No 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Perluasan Digitalisasi, serta Permendagri Nomor 56 tahun 2021 tentang tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah provinsi kabupaten/kota.
“Ini dilakukan sebagai upaya peningkatan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah dengan maksud untuk mempermudah akses pembayaran pajak dan retribusi sebagai sumber penerimaan daerah kabupaten/kota,” ungkapnya.
Orang nomor dua di Buru Selatan ini mengatakan, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, memperpendek rentang kendali, serta menghindari penyalagunaan penerimaan daerah, maka salah satu langkah yang ditempuh oleh pemerintah daerah adalah kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga, dengan memanfaatkan infrastruktur dan kemajuan teknologi digital, sesama lembaga.
“Kerjasama ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa setiap usaha yang dilakukan memperoleh hasil dcan manfaat yang maksimal , terutama oleh pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Kondisi ekonomi global, dan nasional yang saat ini sedang lesu, sebut Selsily, diakibatkan oleh ketegangan keamanan dunia memicu peningkatan harga minyak dunia dan lingkungan perdagangan internasional . Hal tersebut turut berpengaruh terhadap pendapatan nasional berkaitan dengan perdagangan internasional.
“Dengan demikian dipastikan pendapatan nasional akan tertekan yang berdampak pada pendapatan daerah melalui DAU dan DAK Pemerintah Pusat,” sebutnya.
Mengacu pada kondisi tersebut kata Selsily, maka tidak ada pilihan lain oleh pemerintah daerah selain memacu lpeningkatan pendapatan asili daerah , terutama pajak dan retribusi daerah yang memiliki potensi yang cukup besar.
“Saya ingatkan kepada seluruh aparatur sipil negara atau ASN agar menjadi contoh dan panutan dilingkungan masyarakat dalam hal ketaatan membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) dan pajak bea perolahan ha katas tanah dan bangunana (BPHTB) secara online yang dikerjasamakan dengan pihak PT BNI (Persero) TBK Kabupaten Buru Selatan . Saya intruksikan untuk melakukan pengecekan kepada seluruh ASN dijajarannya untuk memastikan telah membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) serta pajak dan perolehan hak atas tanah dan bangunan (PBHTB) atau usaha lainnya yang menjadi kewajibannya,” tutupnya.
Sementara itu, Area Head Wilayah 07 Makasar PT Bank BNI (Persero) TBK Makasar Yari Yudo Purwanto mengatakan, atas nama managemen BNI, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Buru Selatan yang telah bersedia mulai langkah awal kerjasama yang dituangkan dalam kesepakatan bersama pemanfaatan fasilitas jasa dan layanan perbankan.
“BNI sangat bangga telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah kabupaten Buru Selatan untuk bekerjasama mewujudakan misi Penguatan Tata Kelola Pemerintah yang aktif, Profesional dan bersih dari KKN,’ tegasnya.
Purwanto menegaskan, pemanfaatan layanan Integrated Cash Management dan Layanan BNI Direct merupakan salah satu bagian dari layanan BNI Smart City yang merupakan salah satu konsep pengembangan perkotaan berbasis teknologi digital atau informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan perkotaan, mengurangi biaya dan konsumsi sumber daya, dan untuk terlibat lebih efektif dan aktif dengan warganya.
“Dengan layanan BNI Smart City ini akan mewujudkan layanan perbankan unggulan berbasis digital dan infratsruktur yang handal serta dukungan berbagai jaringan dan chanel , BNI juga berkomitmen untuk memberikan solusi bagi Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dalam mewujudkan kota cerdas atau Smart City,” tutupnya. (SE)
Dapatkan sekarang