Dorong Capaian Imunisasi dan Vaksinasi di Malteng, Kader Posyandu Dilatih
Fasilitor menyampaikan materi dan praktik pada pelatihan dan pembekalan tentang komunikasi perubahan perilaku kepada 80 kader posyandu yang berlangsung di Hotel Lounusa Beach Masohi, Maluku Tengah, Rabu (13/7).
Ist
Admin
15 Jul 2022 16:53 WIT

Dorong Capaian Imunisasi dan Vaksinasi di Malteng, Kader Posyandu Dilatih

AMBON, AT-Sebanyak 80 kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Maluki Tengah dilatih dan dibekali pengetahuan tentang komunikasi perubahan perilaku. Tujuannya agar para kader Posyandu dapat mendorong pencapaian cakupan vaksinasi Covid-19 dan imunisasi di kabupaten itu melalui edukasi dan literasi masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di di Hotel Lounusa Beach Masohi, Rabu, 13 Juli 2022, itu merupakan program kerja sama Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kota Ambon dan Maluku Tengah dengan Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) yang didukung Unicef Perwakilan Makassar.

Banyaknya informasi bohong (hoaks) sangat mempengaruhi masyarakat, sehingga enggan divaksin dan membawa anaknya untuk diimunisasi. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Maluku Tengah, M. Djali Talaohu mendukung program komunikasi perubahan perilaku tersebut agar dapat membantu pemerintah meningkatkan cakupan imunisasi dan vaksin Covid-19. Ia juga mengapresiasi kader-kader yang telah meluangkan waktu untuk hadir mengikuti pelatihan tersebut,  mendapatkan keterampilan yang dapat diimplementasikan kepada masayarakat. 

"Imunisasi anak sangat penting dalam memenuhi hak Kesehatan anak agar tumbuh dengan sehat dan menjadi generasi yang sejahtera, bebas dari segala penyakit. Begitu pula dengan vaksin Covid-19 dilakukan untuk meningkatkan haerd community (kekebalan kelompok),"ujar Talaohu sebelum membuka kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan LAPPAN, Baihajar Tualeka mengungkapkan, program penguatan, oencegahan, penanggulangan Covid-19 dengan pelibatan dan edukasi masyarakat di Maluku itu, dilaksanakan di Kota Ambon dan Maluku Tengah. Masing-masing kabupaten/kota merekomendasikan kader, relawan atau penyuluh berjumlah 80 orang sehingga total 160 kader atau relawan atau penyuluh agama.

"Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini dapat melakukan edukasi kepada masyarakat. Setiap minggu kader dapat menjangkau 75-100 orang baik perempuan, laki-laki, anak-anak, lansia, disabilitas dan kelompok rentan lainnya,"paparnya.

Kader-kader yang mengikuti pelatihan ini, kata dia, sangat aktif, kritis, dan terbuka karena prosesnya lebih banyak mengeksplorasi pengalaman kader selama di posyandu. Para kader dilatih oleh empat pelatih yang telah mengikuti Training of Trainer (ToT) atau pelatihan untuk fasilitator tentang komunisi perubahan perilaku

Kader-kader yang hadir dalam pelatihan ini berasal dari wilayah kerja puskesmas Masohi, puskesmas Letwaru dan puskesmas Amahai.  Kader-kader ini akan terlibat sampai Desember 2022 dengan melakukan edukasi masyarakat dan mengisi log book (buku catatan harian) tentang identitas masyarakat yang telah dijangkau termasuk memetakan informasi hoaks yang masih mempengaruhi perilaku masyarakat sehingga enggan untuk divaksin dan dan imunisasi.  (TAB)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai