Dominggus Janji Pemkot Perjuangkan Nasib Seluruh Honorer 
FaizalLestaluhu
09 Jan 2025 09:06 WIT

Dominggus Janji Pemkot Perjuangkan Nasib Seluruh Honorer 

AMBON,AT-Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus Nicodemus Kaya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, berjanji akan memperjuangkan nasib seluruh tenaga honorer untuk mengikuti rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk mereka yang tidak lolos di tes tahap pertama untuk diikutkan di tahap dua. 

“Bagi honorer yang tidak lolos di tes tahap pertama, maka Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memberi ruang dengan membentuk semacam desk yang dibagi per wilayah untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Masalah -masalah yang dihadapi Pemkot terkait ada yang tidak lolos, ada yang belum masuk pangkalan data dan sebagainya, itu yang akan kita konsultasikan," jelas dia, kepada wartawan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait tenaga honorer dan PPPK dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) secara virtual, di Balai Kota, Rabu (8/1).

Menurutnya, penyelesaian tenaga honorer ini menjadi pekerjaan rumah semua daerah bukan saja di kota Ambon. Secara nasional ada 1,7 juta tenaga honorer yang belum terselesaikan. 
“Di tahap pertama sudah sebagian (terselesaikan) yakni 1,3 juta, dan sisanya mau diselesaikan dalam tahap kedua,” tambahnya. 

Dikatakan, upaya penyelesaian tenaga honorer untuk diangkat sebagai PPPK urgent dilakukan di tahun ini, sebab kedepan tidak akan ada lagi pengangkatan tenaga honorer. 
"Kalaupun ada yang mengangkat honorer maka akan menjadi temuan. Olehnya itu BKN meminta agar informasi ini dapat disebarluaskan ke seluruh daerah sehingga semua dapat mengetahui, karena ada tenaga guru yang bahkan tidak mengetahui mengenai rekrutmen sebab tidak disampaikan oleh kepala sekolah," sesalnya 

Pasca rakor tersebut, Wali Kota telah meminta, semua OPD dilingkup Pemkot untuk dapat memasukan data honorer yang masih tersisa, agar dapat diakomodir di tahap kedua. 
“Kepada honorer baik itu tenaga kependidikan, kesehatan, maupun teknis agar dapat terus mencari informasi dan berkoordinasi tidak hanya dengan kepala sekolah, atau atasan langsung, tapi juga dengan pimpinan OPD bahkan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) di Balai Kota,” pungkasnya. 

Sementara itu, sebanyak 1.199 pelamar dinyatakan lolos seleksi rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama. 

Para pelamar yang lolos merupakan tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan direkrut untuk untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) kategori PPPK. 

Kaya mengungkapkan, dari kuota yang dimiliki yakni sebanyak 1.202 dengan rincian tenaga teknis sebanyak 1.117, guru 83, dan tenaga kesehatan (nakes) dua orang. Tercatat yang lolos dan memenuhi syarat sebanyak 1.199. 
“Tahap seleksi pertama ini yang dinyatakan lulus adalah 1.199 terdiri dari teknis 1.114 orang, guru 83 orang, nakes dua orang yang tidak lulus dikarenakan tidak memenuhi syara terdapat tiga orang,” terangnya. 

Lanjutnya, untuk tahap kedua masih tersisa 987 Formasi yang belum terisi dengan kuota formasi sebanyak 1.157 dengan klasifikasi: 1073 tenaga teknis, 82 tenaga Pendidikan dan tenga Kesehatan sebanyak dua orang. 

Ditegaskan, hal terpenting adalah seluruh administrasi serta ketentuan dapat terpenuhi, sehingga kedepan dapat mempermudah proses seleksi. 

“Yang paling penting adalah mereka terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN), bagi yang tidak terdata kita masih belum mengambil Keputusan bahwa mereka itu harus segera dirumahkan tapi kita akan berupaya agar tidak terjadi hal tersebut,” pungkasnya. (Ars) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai