MASOHI, AT. — Sejumlah warga Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, mulai mempertanyakan menurunnya rutinitas pengangkutan sampah dalam beberapa pekan terakhir.
Jika sebelumnya petugas dan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malteng rutin mengangkut sampah setiap pagi dari berbagai TPS, kini pengangkutan hanya dilakukan dua hari sekali.
Informasi yang dihimpun Ambonterkini.id menyebutkan, pengurangan ritase tersebut diduga dipicu minimnya biaya operasional serta beberapa unit mobil pengangkut sampah yang masih dalam kondisi rusak.
Situasi ini turut mendapat perhatian Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Maluku Tengah.
Melalui juru bicara Hidayat Samalehu, Fraksi Demokrat meminta Pemerintah Daerah Malteng memberikan perhatian serius terhadap penanganan sampah dan kebersihan kota.
“Pembiayaan penanganan persampahan harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah,” tegas Samalehu, Rabu (26/11).
Ia menegaskan, persoalan kebersihan, terutama di Kota Masohi, merupakan kebutuhan mutlak yang tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan dukungan anggaran operasional yang memadai serta ketersediaan armada pengangkut sampah yang layak.
“Karena penanganan dan pengelolaan lingkungan yang bersih adalah kewajiban yang harus dilakukan,” tambahnya.
Selain soal persampahan, Fraksi Demokrat juga menyoroti kebijakan pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD). Samalehu mengingatkan Pemda agar lebih cermat mempertimbangkan kebijakan tersebut, demi memastikan tidak berdampak pada kinerja perangkat desa.
“Pemotongan ADD dan Dana Desa harus dicermati secara bijak agar tidak menurunkan kinerja Pemerintah Negeri dalam berinovasi memajukan pembangunan di tiap negeri,” ujarnya.
Fraksi Demokrat berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menjawab persoalan kebersihan dan memastikan kebijakan anggaran tidak menghambat pembangunan di desa. (Jen).
Dapatkan sekarang