NAMROLE,AT-Kabupaten Buru Selatan miliki potensi perikanan yang sangat melimpah. Untuk meningkatkan produksi perikanan dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.
Salah satu SDM yang dibutuhkan adalah tenaga penyuluh perikanan. Berdasarkan luas wilayah dan potensi perikanan yang dimiliki, sedikitnya dibutuhkan 20 orang penyuluh perikanan.
“Berdasarkan luas wilayah dan potensi perikanan yang ada, kita butuh sebanyak 20 orang tenaga penyuluh peirkanan," ujar Pelaksana Tigas Kepala DKP Kabupaten Buru Selatan, Djafar Souwakil kepada ruang kerjanya, Selasa (19/7).
Saat ini tenaga penyuluh perikanan yang dimiliki DKP Bursel sebanyak 9 orang dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka ditempatkan di Kecamatan Ambalau, Waesama, Namrole, Leksula dan Kepala Madan.
“Sementara Kecamatan Fena Fafan tidak ditempatkan penyuluh perikanan karena berada di wilayah pegunungan,”terangnya.
Souwakil berharap saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) nanti, tenaga penyuluh perikanan bisa diprioritaskan karena sangat dibutuhkan. " Kita punya potensi perikanan di Buru Selatan sangat menjanjikan. Olehnya itu keberadaan tenaga penyuluh perikanan untuk mendampingi nelayan dalam rangka peningkatan hasil tangkapan sangatlah dibutuhkan,"harapnya.
Apalagi ada rencana untuk menghapus tenaga honorer. Sementara DKP Bursel sangat membutuhkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) termasuk didalamnya mereka yang berstatus honorer.
"Kalau kita siapkan tenaga penyuluh perikanan yang berstatus honorerr, sementara disatu sisi akan ditiadakan oleh pemerintah, maka ini tantangan bagi DKP Bursel kedepan," tutupnya. (esi)
Dapatkan sekarang