NAMROLE,AT-Kabupaten Buru Selatan memiliki potensi perikanan yang cukup menjanjikan. Dengan potensi yang dimiliki itu, membuat kabupaten yang telah kini berusia 15 tahun itu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini dibuktikan dengan ada bantuan bantuan Cool Storage atau gudang pendingin dan Mobil Termokik.
“Jadi dalam tahun annggaran 2023 ini, ada dua bantuan yang diberikan oleh KKP kepada DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Buru Selatan yaitu Cool Storage atau gudang pendingin serta Mobil Termokik,” beber Djafar Souwakil, Kepala DKP Kabupaten Bursel kepada pers di sela-sela uji coba penggunaan Cool Storage yang dibangun di kawasan Pantai Desa Kmanglale, Namrole, kemarin.
Souwakil melanjutkan, Cool Strorage ini mampu menampung ikan sebanyak 10 ton dan untuk memastikan kesiapan operasional, hari ini dilakukan uji coba.
“Kita lakukan ujicoba untuk mengetahui sejauh mana fungsi dari Cool Storage yang diberikan itu. Alhamdulilah berdasarkan ujicoba yang dilakukan, ikan 500 kg (1/2 ton) yang dimasukan dalam gudang pendingin belum sampai empat jam sudah beku dan hasilnya sangat baik,” terangnya.
Orang nomor satu di DKP Bursel ini berharap, bantuan yang diberikan KKP melalui Dirjen Pengawasan Sumberdaya Keluatan dan Perikanan (PSDKP) Kementrian Kelautan Republik Indonesia bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi wilayah Buru Selatan potensi perikanannya sangat menjanjikan.
“Yang kita harapkan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, karena nantinya ada keberlanjutan. Karena dengan adanya bantuan ini, bisa membantu masyarakat terutama kelompok nelayan yang bernaung di bawa Koperasi Simpan Pinjam Darma Buana dapat mengmbangkan usaha mereka di bidang perikanan,” harap dia.
DKP Bursel, tutur Souwakil, akan mengawasi pemberian bantuan ini. Karena yang diharapkan dengan bantuan ini bisa membantu nelayan dalam menyalurkan hasil tangkapan mereka untuk disimpan di Cool Storage.
“ Hasil tangkapan di wilayah Namrole dan sekitarnya akan disimpan di gudang pendingin yang ada di Kota Namrole,” jelasnya.
Diberikannya kepercayaan kepada Koperasi Simpan Pinjam Darma Buana, kata Souwakil karena sudah melalui tahapan dan verifikasi yang matang. Karena koperasi yang dipercayakan untuk mengelola Cool Storage harus memiliki modal atau dana rangsangan.
“Jadi kita tidak sembarabngan berikan bantuan ke sebuah koperasi. Kita harus melihat latar belakangnya serta kemampuan untuk mengeloa bantuan yang diberikan,” tegasnya.
Karena biasanya, kata Souwakil, bantuan yang diberikan oleh pemerintah, terkadang tidak bisa dikelola dengan baik, salah satunya tidak punya modal untuk biayaioperasional.
"Insya Allah dengan adanya bantuan ini, kemungkminan besar dalam tahun anggaran 2024, akan ada bantuan Pabrik Es untuk DKP Kabupaten Buru Selatan, dan itu akan kita kelola oleh DKP sendiri,” katanya.
Selain bantuan itu, menurut Souwakil, ada juga bantuan lain dari Pempus lewat dua anggota DPR-RI asal Maluku, yakni Saadia Uluputty dan Mercy Barends.
“Kalau Mercy Barends itu bantuanya lewat dana aspirasi sebanyak Rp 3 miliar lebih untuk DKP Buru Selatan. Ada juga dari ibu (Saadia) Ulupuuty,” ujarnya.
Disinggung soal SDM untuk operasional Cool Storege, Souwakil berujar, hal itu sudah diantisipasi.
"Ada tim dari Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP) RI yang turun langsung ke Bursel untuk melatih tenaga yang nantinya mengoperasikan gudang pendingin tersebut. Jadi sejauh ini tidak ada masalah," kunci Souwakil. (Edy)
Dapatkan sekarang