AMBON,AT-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui Dinas Pertanian (Distan) mulai mengawasi kesehatan dan sistem distribusi hewan qurban jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah yang jatuh pada 6 Juni 2025 mendatang.
Menurut Fahmi M Yusuf, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Distan Maluku bahwa, sesuai data yang mereka terima, jumlah hewan qurban yang tersebar di puluhah titik kumpul di Kota Ambon itu mencapai 1447 ekor, yang terdiri dari 737 ekor sapi dan 700 ekor kambing.
“Jadi, sesuai data stok hewan qurban yang masuk saat ini sudah terdata sapi sebanyak 737 ekor dan kambing 700 ekor kambing," ungkap Fahmy kepada pewarta di sela-sela pengawasan hewan qurban di Desa Poka, Rabu (4/6).
Menurutnya, data tersebut bisa terus bertambah hingga Hari Raya Idul Adha, karena masih banyak peternakan dan distribusi yang melaporkan hewan qurban hingga menjelang lebaran nanti.
"Pihaknya akan terus melakukan pendataan, pengawasan serta sistem distribusi hewan kurban agar berjalan dengan lancar dan aman, " katanya.

Tim pengawasan hewan qurban Distan Maluku.--Faiz/AT.
Hewan qurban yang telah masuk laporannya, lanjut dia, akan disurvei untuk dilakukan pemeriksaan antemortem pada hewan qurban.
"Tahun lalu, Alhamdulillah terbebas dari PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan untuk tahun ini PMK pada hewan qurban aman dan tahun 2025 juga sama," beber dia.
Fahmy juga bersyukur karena jumlah hewan qurban untuk tahun ini mengalami peingkatan. Kalau tahun lalu, jumlah sapi itu sebanyak 529 ekor, sedangkan kambing ada 686 ekor.
"Jadi untuk jumlah sapi, ada peningkatan sebesar 20 persen dan kambing sebesar 10 persen, " terang Fahmy.
Pada kesempatan itu, Fahmy berpesan kepada para peternak hewan qurban agar hewan qurban yang didistribusikan dapat terpelihara kesehatannya dan bisa memenuhi gizi hewan
"Apa yang kami lakukan ini tujuannya untuk meningkatkan pengawasan terhadap penjualan hewan qurban guna mengantisipasi ada potensi penyebaran penyakit, " tutup Fahmy.

Sementara itu, drh Afriliani Eka Putri, Fungsional Medik Veteriner Ahli Pertama, Dinas Pertanian Maluku menerangkan, dari pantauan hari ini, tidak ada menunjukkan gejala-gejala penyakit hewan.
"Dari fisiknya, kemudian secara postur juga baik dan memang tidak ada gejala penyakit yang nampak pada hewan yang akan disembeli saat Idul Adha nanti," jelas Putri.
Putri melanjutkan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan, bukan saja pada saat penyembelihan, namun setelah penyembelihan atau penanganan dagingnya.
"Justeru itu memang yang penting sebelum disalurkan ke masyarakat, " tegasnya.
Putri pun bersyukur, karena Provinsi Maluku bebas dari penyakit PMK.
"Alhamdulillah, Maluku masih zona hijau jadi belum kita temukan di Provinsi Maluku penyakit hewan seperti itu (PMK)," terang dia.
Di akhir pembicaraan, Putri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir mengkonsumsi karena hewan yang akan disembeli saat Idul Adha semuanya dalam kondisi sehat.
"Masyarakat jangan takut, jangan panik karena kita tetap mengawasi dari sebelum penyembelihan, penyembelihan sampai dengan penanganan daging serta penyalurannya dan nanti setelah diterima oleh masyarakat masyarakat. Jadi tidak usah khawatir untuk mengkonsumsi daging tersebut, " pungkas dokter murah senyum ini.
Djusuf, penjual hewan kurban mengatakan, tahun ini jumlah hewan yang dibeli untuk qurban menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Kalau tahun lalu, ia biasa menjual hewan kurban (kambing) mencapai 60 ekor, tapi tahun ini hanya sekitar 48 ekor saja, " katanya.
Meski begitu, ia tetap bersyukur karena semua hewan qurban bisa terjual.
"Kalau harganya mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Saya tetap bersyukur karena kambing yang ia jual semuanya dibeli, " tutup dia. (CAL)
Dapatkan sekarang