Dispar Buru Buat Program Pengamanan Bagi Wisatawan
Istanto Setyahadi
Admin
09 Nov 2022 00:15 WIT

Dispar Buru Buat Program Pengamanan Bagi Wisatawan

NAMLEA, AT-- Sempat terhenti selama dua  tahun karena pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buru kembali menggeliatkan sektor pariwisata. Salah satu program yang bakal dilaksanakan adalah pelayanan pengamanan di lokasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buru, Istanto Setyahadi mengatakan, program tersebut merupakan implementasi dari visi dan misi Penjabat Bupati Buru, Djalaluddin Salampessy untuk memberikan pelayanan terbaik di bidang pariwisata. 

"Diakui saat Covid-19 pelayanan wisatawan, pengembangan serta kapasitasnya sempat terhenti. Namun, saat ini kita telah melakukan pengembangan kembali melalui tiga program prioritas yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas,"kata Istanto Setyahadi kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (8/11).

Menurutnya, wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara akan merasa aman dan nyaman melalui program pelayanan pengamanan. Dengan demikian, diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk kembali mengunjungi destinasi wisata di daerah penghasil minyak kayu putih itu.

"Dengan atraksi kita mulai mempromosikan wisata Buru dengan menyajikan atraksi seni, atraksi budaya untuk menarik wisatawan. Sedangkan amenitas, kita memperbaiki semua destinasi wisata supaya berstandar agar bisa menarik minat wisatawan. Baik wisatawan lokal, mancanegara maupun wisatawan mancanegara,"jelasnya. 

Sedangkan program aksesibilitas, kata dia, Dinas Pariwisata bersama dinas terkait membangun dan memperbaiki kembali akses menuju tempat destinasi sehingga masyarakat dan para wisatawan dengan mudah, murah dan nyaman ketika mengunjungi tempat-tempat wisata. 

"Dengan begitu, pelayanan tempat wisata di Kabupaten Buru ke depan jauh lebih baik lagi,"katanya.

Program ini akan berjalan maksimal bila didukung sumber daya manusia (SDM) yang andal. Olehnya itu, kata Istanto, pihaknya bakal melakukan pelatihan peningkatan kapasitas pengelola dan karyawan termasuk petugas keamanan.

"Dibutuhkan pelayanan pengamanan terbaik dari petugas bagi wisatawan,"paparnya.

Dia mengakui, hingga sekarang belum ada 
penempatan pos pengamanan di tempat wisata.

"Karena itulah yang saat ini menjadi salah satu program kita. Tentu butuh dukungan dari para stakeholder, dan pihak terkait guna merealisasikan program secara maksimal,"pungkasnya. (YS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai