Dinkes Kota Ambon dapat 14 Unit Motor Mobilisasi Puskesmas Keliling 
FaizalLestaluhu
05 Aug 2024 07:40 WIT

Dinkes Kota Ambon dapat 14 Unit Motor Mobilisasi Puskesmas Keliling 

Dinkes Terima Belasan Unit Motor Mobilisasi Puskesmas Keliling 

AMBON,AT-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, menerima bantuan 14 buah motor mobilisasi Puskesmas Keliling dari Kementerian Kesehatan. Belasan kendaraan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus Nicodemus Kaya, kepada Kadis Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy.

“Penyerahan ini bagian dari realisasi bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada 14 buah motor yang bisa dipakai untuk pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) Keliling,” kata dia, saat penyerahan tersebut, di Balai Kota, akhir pekan kemarin.

Kaya menyebutkan, jumlah ini terbilang belum lengkap lantaran masih tersisa delapan Puskesmas yang belum memiliki kendaraan mobilisasi. Sehingga dirinya berharap, akan di realisasikan kembali guna membantu masyarakat yang berada di pelosok kota ini. 

“Puskesmas 22 hadi delapan lagi untuk lengkap semua, supaya mereka bisa masuk di tempat-tempat yang sulit terjangkakau,” tandasnya. 

Selain penyerahan motor mobilisasi, dirinya juga menyampaikan hasil kerja Dinkes, yakni pencapaian target PIN Polio yang dilakukan beberapa waktu ini. 

"Juga terkait pencapaian PIN Polio sampai dengan tadi malm dilaporkan Kota Ambon sudah mencapai 93 persen dari data realisasi," bebernya. 

Dirinya berharap, angka ini semakin naik sehingga seluruh anak di kota ini mendapatkan imunisasi tetes Polio tersebut. 

"Kita mengharapkan dari semua OPD yang menjadi pendamping bagi sekolah dapat membantu proses tersebut, berupaya agar semua orang tua siswa dapat membawa anaknya untuk diimunisasi, sebab ini berguna bagi pencegahan terjadinya Polio,” pungkasnya. 

Sebelumnya, pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kota Ambon, sudah berlangsung. Tak main-main kerja keras itu sudah mencapai 76 persen. Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, mengapresiasi, kerja cepat Pemerintah Kota Ambon itu. Sadali bahkan optimis provinsi ini dapat mencapai target nasional yang telah di tetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yakni 95 persel per daerah di seluruh Indonesia. Hal ini diungkapkannya di sela - sela tinjauan di Desa Negeri Lama, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Kami berharap Maluku ini terhindar dari Polio, sesuai dengan apa yang menjadi keinginan pemerintah pusat (Pempus) dapat terealisasi, dan target untuk Provinsi maluku dapat mencapai 95 persen hingga akhir Agustus nanti,” ungkap Sadali, saat melakukan peninjauan tersebut, kemarin. 

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus Nicodemus Kaya menjelaskan, sejumlah target yang harus dicapai pemkot guna memenuhi trget pusat dalam pelaksanaan pin polio ini. 
"Terget kami ini kepada anak usia 0 sampai 59 bulan, sebanyak 22.263 anak, 314 Posyandu, 5 sampai 7 Tahun, sebanyak 5.223 anak, 220 PAUD, 7 tahun sebanyak 6.896 anak, 228 SD. Total sasaran sebanyak 34.382 anak dan 769 pos Imunisasi," kata dia.

Dirinya membeberkan, sejauh ini progres yang telah dicapai oleh Pemkot adalah pemberian PIN polio pada 25.686, sehingga presentasi data ril itu mencapai 74,7 persen. 

"Kami harapkan sampai dengan tanggal 3 Agustus itu kami sudah mencapai 95 persen. Dan untuk kegiatan PIN hari ini kami sasarkan sebanyak 217 anak, terdiri dari Posyandu melati 132 anak, TK harapan ibu sebanyak 42 siswa dan SD negeri lama dengan sasaran 42 siswa," tandasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, sampai dengan hari ini Senin (29/7), sudah 75,8 persen anak di Kota Ambon telah mendapat suntikan PIN Polio di Kota Ambon. 

“Target kita 95 persen. Kita berharap terbentuk kekebalan kelompok sehingga kalau misalnya ada satu dua orang yang tidak terimunisasi bisa terlindungi,” kata dia, kepada wartawan Balai Kota Ambon, Selasa kemarin. 

Menurut dia, targetnya Kota Ambon ada pada angka 34.382 anak. Dan saat ini sudah mencapai 75,8 persen. "Karena itu kita berharap sampai 3 Agustus itu sudah pada angka 95 persen,"ujarnya.

Sejauh ini, Pelupessy mengaku, belum menemukan kasus Polio di Kota Ambon dan Maluku umumnya. Hanya saja sampai Pebruari 2024, sudah terlapor kasus Polio pada beberapa daerah di Indonesia. 

Daerah itu yakni Aceh, Jawa Barat, Papua yang melibatkan beberapa kabupaten. Karena itu pemerintah mengambil kebijakan PIN Polio untuk seluruh Indonesia yang masuk di tahap kedua. 

“Pelaksanaan mulai dari tanggal 23 Juli 2024, kemudian satu minggu melakukan Swiping dan lanjutkan dari tanggal 3 sampai tanggal 17 Agustus 2024 nanti,"tandasnya  
 
Maka dari itu ia mengimbau orang tua, agar membawa anak berusia 0-7 ke Posyandu, Paud, Taman Kanak-kanak, SD dan Pos Imunisasi untuk mendapatkan pemberian tetes Polio.

Wendy Pelupessy dalam laporannya memaparkan, target capaian PIN Polio 2024 di Kota Ambon yakni 95 persen, dengan jumlah estimasi yang akan di imunisasi yakni 47.309 anak.  (AHA)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai