Dinas PUPR  Siapkan 21,4 Miliar untuk Hotmix Ruas Jalan di Bursel
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan, Jefri Hungan. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
12 Jun 2024 20:32 WIT

Dinas PUPR  Siapkan 21,4 Miliar untuk Hotmix Ruas Jalan di Bursel

NAMROlE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam tahun anggaran 2024 akan melakukan pembangunan sejumlah ruas jalan dalam wilayah Bursel. 

Pembangunan sejumlah ruas jalan dengan item pekerjaan hotmix itu akan dibiayai dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 sebesar Rp 21,4 Miliar.

"Untuk tahun ini ada sejumlah ruas  jalan yang akan di hotmix. Pekerjaannya akan menggunakan anggaran DAK tahun 2024," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan, Jefri Hungan saat di konfirmasi media ini, kemarin.

Mantan kepala Bidang Bina Marga PUPR ini menjelaskan,  ruas jalan yang akan di hotmix  dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan yaitu  ruas  Leksula-Mepa Kecamatan Leksula yang panjang  2,9 km dengan membutuhkan anggaran sebesar Rp 10 Miliar. Ruas jalan  Wally-Leku dengan anggaran Rp  1, 9 Miliar   serta ruas jalan  Air Ternate- Biloro sepanjang 2 km yang akan menelan anggaran Rp  9,5 Miliar.

 "Untuk ruas jalan Wally- Leku Kecamatan Namrole, pekerjaan hotmix untuk sejumlah kerusakan yang terjadi di ruas jalan tersebut," jelasnya.

Tender proyek pembangunan ruas jalan itu, sebut Hungan, sudah dilakukan sejak sejak awal Maret hingga akhir April lalu.

"Untuk proses tendernya sudah selesai dilakukan dan pekerjaannya akan segera dilakukan oleh perusahaan yang dinyatakan  sebagai pemenang tender," ujarnya.

Kemudian, lanjut Hungan, untuk pembangunan fisik termasuk di dalamnya pembangunan ruas jalan di Bursel, ada sejumlah kendala yang di hadapi salah satunya kondisi curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama.

"Kita di Bursel ini curah hujannya sangat tinggi dan berlangsung agak lama. Ini juga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi dalam menyelesaikan sebuah proyek fisik termasuk di dalamnya pembangunan jalan," akuinya.

Olehnya itu, Hungan meminta kepada semua perusahan pemenang tender untuk memperhatikan hal ini.

"Memang disatu sisi harus mengejar waktu pelaksanaan, tetapi disisi lain juga harus memperhatikan faktor cuaca. Jangan sampai pekerjaan tergesa- gesa sehingga tidak memperhitungkan kualitas pekerjaan di lapangan," ingatnya. 

Ditanya untuk pembangunan jembatan, Hungan berujuar, kalau untuk proyek jembatan tidak ada.

"Kalau untuk pembangunan jembatan dalam tahun ini tidak ada sama sekali, karena keterbatasan anggaran," demikian Hungan. (Edy)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai