Dibakcup  Polres Bursel, Petugas Satpol PP  Razia Dugaan Penimbunan BBM di Namrole
Petugas saat menyita BBM dari yang ditimbun oleh penjual, kemarin. -Edy/AT.
FaizalLestaluhu
14 Jul 2024 19:52 WIT

Dibakcup  Polres Bursel, Petugas Satpol PP  Razia Dugaan Penimbunan BBM di Namrole

NAMROLE,AT-Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang di backup  aparat kepolisian  Polres Bursel merazia tempat- tempat  yang diduga menjadi lokasi  penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertalite dan Minyak Tanah.

Kegiatan yang berlangsung  Sabtu  (13/7) pukul 10:00 WIT itu dilakukan  menyusul dugaan penimbunan  BBM yang dilakukan oknum- oknum tidak bertanggungjawab akibat terputusnya jalan lintas Namrole- Namlea dikarenakan  hujan deras dan angin kencang  yang melanda wilayah Buru Selatan, pekan kemarin.

Pasalnya akibat dugaan  penimbunan yang dilakukan membuat masyarakat di Kecamatan Namrole mengeluh  karena terjadi kelangkaan  BBM serta adanyanya kenaikan harga yang fantastis.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bursel, Samad Soel ditemui di sela-sela razia mengaku, razia dilakukan karena  diduga ada sejumlah pengecer yang menimbun BBM untuk meraup keuntungan secara sepihak.

"Kita lakukan razia karena dugaan ada penimbunan. Kami menemukan BBM jenis Pertalite dan Pertamax serta  Mitan di tingkat pengecer yang sengaja disimpan namun jumlahnya  tidak banyak.  Razia ini diduga telah bocor sehingga banyak pengecer yang main kucing - kucingan terhadap stok minyak yang disimpan," jelas Soel.

BBM yang disita Satpol PP ditingkat pengecer, lanjut Soel, kemudian diamankan di Kantor Satpol PP Bursel. Kemudian dipanggil pemiliknya dan langsung dijual dengan harga normal. Yang disita kebanyakan  BBM jenis Mitan sekitar 600 liter kebih. Sementara BMM jenis Pertalite/Pertamax sekitar 80 liter.

"Saya menduga rencana razia oleh Pihak satpol PP dan Polres telah bocor," tuturnya.

Ia berjanji  akan melakukan razia ulang ditingkat pengecer untuk memastikan tidak ada lagi penimbunan BMM di Namrole dan sekitarnya.

"Kita akan lakukan lagi untuk memastikan kebutuhan masyarakat untuk BBM aman dan tidak ada penimbunan," tegasnya.

Dia mengemukakan, hampir dua pekan pasokan BBM di tingkat pedagang pengecer habis, termasuk  layanan APMS yang beroperasi di Kecamatan Namrole mengalami kehabisan stok juga.

"Kondisi kelangkaan ini  membuat pengecer  menimbun BBM dan menaikan harga  yang tinggi kepada masyarakat. Kenaikannya  secara drastis dari semula Rp15.000/17.000 / liter menjadi 25.000 hingga 30.000/liter.  Harga minyak tanah 6000/ liter menjadi 15.000/liter.  Itupun sangat sulit untuk  warga bisa mendapatkannha karena dijual secera sembunyi - sembunyi," tandasnya. 

Dia berharap, langkah yang diambil Pemkab Bursel dengan melakukan razia dapat memberikan efek jera kepada masyarakat terutama pengecer BBM yang kedapatan menimbun maupun menaikan harga untuk mendapatkan keuntungan   pribadi.

"Mudah-mudahan dengan razia yang dilakukan pengecer tidak lagi melakukan penimbunan dan tidak menaikan harga BBM ditengah kondisi masyarakat yang kesulitan BBM akibat putusnya ruas jalan lintas Namrole- Namlea yang menjadi urat nadi dalam distribusi BBM melalui jalur darat," pungkasnya. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai