NAMROLE,AT-Dalam rangka mengoptimalkan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Brigjen Pol Deni Dharmapala melakukan kunjungan kerja di Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan Rabu (23/10) kemarin.
Tiba di Namrole, orang nomor satu di BNNP Maluku itu langsung melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan di ruang rapat Sekertaris Daerah (Sekda).
Hadir dalam pertemuan itu, Sekda Bursel Ruslan Makatita Kapolres Buru Selatan AKBP M. Agung Gumilar,SIK pimpinan OPD, serta Kepala BNK Bursel.
Dharmapala kepada pers usai pertemuan tersebut mengatakan, kunjungan kerja ke wilayah khususnya ada lembaga vertikal yaitu BNN Kabupaten Buru Selatan, bertujuan untuk menemui jajaran pemerintah di Kabupaten Buru Selatan.
"Kita mencoba untuk menjelaskan tentang apa yang menjadi tugas-tugas BNN, termasuk program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba. Ini merupakan misi penting bagi BNN karena tugas-tugas ini untuk mewujudkan wilayah Indonesia bersinar narkoba yangv diawali dari Maluku termasuk Buru Selatan," ungkapnya.
Perwira Tinggi Polri dengan satu bintang di pundak ini menegaskan, pemberantasan Narkoba bukan hanya menjadi tugas BNN semata tapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
"Karena untuk bisa menyelamatkan generasi muda kita yang masih usia sekolah pelajar dan mahasiswa yang nantinya di masa mendatang akan menjadi aktor pembangunan yaitu di masa Indonesia emas tahun 2045 mendatang," ujarnya.
Generasi muda, sebut Dharmapala, aktor-aktor pembangunan di masa sekarang dan masa depan adalah anak-anak kita yang masih sekolah dan yang masih belajar di bangku sekolah maupun kuliah.
"Kalau tidak kita jaga, tidak kita pelajari, tidak kita selamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba, maka yang rugi bukan hanya saat ini, tapi bangsa Indonesia dan masyarakat. . Kita akan mengalami kondisi generation atau generasi muda kita yang hancur," ingatnya.
Dikatakannya, Negara-negara tempat Narkoba beredar sekarang ruginya tidak sekarang tapi nanti di masa depan.
"Kita di Indonesia itu tidak dapat melaksanakan pembangunan, bila tidak berupa dan berusaha untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan Narkoba," tegasnya.
Ditanya data BNNP Maluku terkait peredaran Narkoba di Bursel? Dharmapala mengatakan, prinsipnya tidak ada satu daerah pun di Indonesia ini yang betul-betul bersih daripada narkoba.
"Untuk di Maluku sendiri ada salah satunya di Pulau Buru , yakni dan Buru Selatan. Perlu diketahui bahwasanya akses atau pintu masuk penyalahgunaan Narkoba dari luar daerah, dari luar pulau atau dari negara lain itu mayoritas melalui jalur laut entry pointnya jalur laut," sebutnya.
Tapi, kata Dharmapala, bukan berarti melalui pelabuhan-pelabuhan resmi tapi sepanjang pesisir pantai yang ada di pulau tersebut. Itu merupakan jalur masuknya Narkoba mulai dari pelabuhan-pelabuhan kecil atau pelabuhan tikus atau transaksi di laut di luar dilepas pantai yang mana dimanfaatkan oleh pengedar narkoba untuk bisa diedarkan di dalam kelompok tersebut."
Di Buru Selatan sendiri, kata dia, pihaknya sudah koordinasi dengan Kapolres terkait dengan kasus Narkoba. Sampai saat ini juga masih ditangani kasus penyalahgunaan kejahatan Narkoba.
"Pelakunya siapa, tidak tanggung-tanggung bisa menyasar tidak hanya di kalangan generasi muda pelajar saja, karena tidak memandang usia gender profesi dan bisa terlibat juga aparat keamanan, aparat negara aparat penegak hukum, "ujarnya.
BNN Provinsi Maluku, kata Dharmapala, sudah bertekad untuk memberantas penyalahgunaan narkoba siapapun itu, akan kita tindak termasuk aparat sekalipun. Olehnya itu dibutuhkan kerjasama seluruh komponen masyarakat pemerintah daerah TNI Polri BNN harus siap untuk mengaksistensi memfasilitasi. Namun kembali kepada keseriusan dari seluruh pihak.
"Kalau semua pihak bergandengan tangan, saya kira untuk mewujudkan Buru Selatan bebas narkoba itu bukan hanya sekedar impian semata tetapi kerja keras," tandasnya. (Edy)
Dapatkan sekarang