AMBON,AE-Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) telah memberikan ruang bagi pendidik di sekolah untuk mendesain pembelajaran pada suatu fase dengan kreativitas lokal yang dimiliki oleh setiap sekolah. Olehnya itu, SMP Negeri 15 Ambon beroptimis untuk mensukseskannya.
Kepala SMP Negeri 15 Ambon, Rachel Dadiara mengaku, selain guru, IKM juga memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan karakter.
“Untuk IKM sekolah kami masih dalam tahap mandiri berubah. Pemberlakukan, program ini baru kami jalankan untuk siswa kelas VII di tahun ajaran 2023-2024, namun dengan segalah kekurangan kami tetap optimis untuk mensukseskannya, “ ucap Rachel dalam talkshow Ameks Menyapa Pendidikan yang disiarkan Radio Ameks, Rabu (27/9).
Rachel mengaku, dalam pelaksanaan IKM, sekolah yang dipimpinnya itu berkolaborasi dengan delapan guru penggerak. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong para pendidik dengan kegiatan – kegiatan pelatihan maupun workshop demi mencapai mutu pendidikan.
“Kami berencana akan membangun kerja sama dengan LPTK untuk membenahi mutu pendidikan. Berkembangnya teknologi saat ini membuat kita untuk terus melakukan inovasi yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman serta perubahan regulasi pendidikan, “ pungkasnya. (DS)
Dapatkan sekarang