NAMROLE,AT-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, Hakim Tuankotta akhirnya angkat bicara terkait keberadaan KM Tanjung Tirang yang di dikeluhkan masyarakat Bursel beberapa minggu lalu.
Kepada media ini pekan kemarin, Tuankotta mengatakan, KM Tanjung Tirang saat ini sementara berlabuh di Pantai Teluk Tifu, Desa Tifu, Kecamatan Leksula. Langkah ini dilakukan, karena kondisi cuaca laut perairan Buru Selatan sekarang ini tidak bersahabat akibat cuaca ekstrim sehingga kapal tidak bisa beroperasi untuk melayani masyarakat antar kecamatan.
"Cuaca ekstrim membuat KM Tanjung Tirang tidak bisa beroperasi dan saat ini sementara berlabuh di Pantai Teluk Tifu. Ini untuk menghindari terjangan ombak jika kapal berlabuh di Pelabuhan Namrole," ungkapnya.
Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, sebut Tuankootta, tidak mau mengambil risiko untuk mengoperasikan kapal dalam kondisi cuaca ekstrim saat ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal hal yang tidak diinginkan bersama.
"KMP Tanjung Tirang itu ukurannya kecil, tidak seperti KMP Tanjung Kabat. Olehnya itu kalau kita paksakan untuk beroperasi dengan kondisi cuaca ekstrim saat ini sangat beresiko," ujarnya.
Kata Tuankotta, operasional KMP Tanjung Tirang masih menunggu petunjuk dari Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa, karena kapal ini harus ditangani pihak ketiga.
"Saya harus bangun koordinasi dengan ibu bupati terkait rencana operasionalnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi untuk membantu masyarakat Buru Selatan dalam bidang transportasi laut di Buru Selatan," ungkapnya menutup pembicaraan.
Sekadar tahu, KM Tanjung Tirang merupakan kapal pemberian Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Kapal tersebut belum lama ini sudah diresmikan operasionalnya oleh Bupati Bursel yang didampingi Sekertaris Daerah (Sekda) Ruslan Makatita. Kapal direncanakan melayani masyarakat antar kecamatan dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan.(Edy)
Dapatkan sekarang