Ambon,Ameks.Fajar.Co.Id-Tradisi atau kebiasaan masyarakat Indonesia, termasuk di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, ketika hendak berangkat melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah menziarahi kuburan orangtua maupun keramat para leluhur.
Minggu, (5/4), Calon Jamaah Haji (CJH) asal Negeri Tulehu, melaksanakan ziarah ke beberapa makam yang ada di desa tersebut.
Menurut Usman Bahata, salah seorang Tokoh Agama bahwa, ziarah bukan sekadar ritual seremonial, melainkan menjadi momentum untuk menyambung kembali tali sejarah dan semangat para aulia, para syuhada hingga para pendiri negeri yang telah lebih dulu meletakkan dasar-dasar peradaban.
"Tradisi ke makam orang tua, para leluhur, hingga para syuhada sudah kebiasaan CJH asal desa ini sebelum mereka melaksanakan ibadah haji," ungkap Bahata kepada Ameks.Fajar.Co.Id di Tulehu.
Lanjut dia, pelaksanaan ibadah haji ini merupakan Rukun Islam yang kelima, maka pelaksanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif.
"Olehnya itu, sebelum pelaksanaan itu di Masjidil Haram di Makkah, maka pelaksanaan ziarah kubur itu adalah dalam rangka memberikan doa kepada para arwah, para orang tua itu agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar ," ulasanya.
Dalam Islam, jelas Bahata, ziarah kubur termasuk perkara yang sangat dianjurkan. Hal ini karena dengan ziarah kubur, kita diharapkan agar menjadi lebih baik dan sadar bahwa kita juga akan mati suatu saat nanti. Sehingga melalui kesadaran tersebut kita akan tergerak untuk mempersiapkan amal baik sebagai bekal di kehidupan setelah kematian.
"Pada prinsipnya, ziarah kubur boleh dilakukan kapan pun tanpa terikat waktu dan momen tertentu. Hanya saja, momen-momen khusus lebih dianjurkan lagi untuk melakukan ziarah kubur, seperti saat lebaran Idul adha dan Idul fitri, maupun ketika melaksanakan ibadah haji, " jelasnya.
Bahata berharap, CJH musim 2026 asal desa yang berjumlah sekitar 15 orang ini bisa menjaga kesehatan kemudian memperlengkapi pengetahuan manasik haji.
"Proses perjalanan ini dia butuh pengetahuan tentang ibadah haji yang dikemas dalam manasik haji dan itu perlu dipahami oleh setiap CJH dan harapan kami, proses yang mereka lakoni berjalan baik sehingg bisa mendapat haji mabrur dan mabrurah, " pungkasnya. (Cal)
Dapatkan sekarang