Christin Uktolseja Beberkan Fakta Pembagian Bonus Pelatih Muaythai Maluku 
Admin
14 May 2022 06:58 WIT

Christin Uktolseja Beberkan Fakta Pembagian Bonus Pelatih Muaythai Maluku 

AMBON, AT– Pelatih Muaythai Provinsi Maluku pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021-Papua, Christin Uktolseja membeberkan fakta keberadaan pelatih Esau Santos Ungirwalu selama pelatda hingga keikutsertaan di PON.

Hal itu dibeberkan Christin Uktolseja di Ambon, Jumat (13/5), setelah Ungirwalu memprotes pembagian bonus bagi pelatih yang atletnya meraih medali pada PON XX/2021-Papua.

Bonus tersebut diberikan oleh Pemprov Maluku melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku bagi pelatih yang atletnya meraih medali pada PON XX/2021-Papua.
Uktolseja menjelaskan, sesuai SK yang dikeluarkan oleh Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Provinsi Maluku dibawah pimpinan Plt Ketua Pengprov Agus Lomo, maka Uktolseja diberikan tugas melatih atlet putri, semetara Ungirwalu melatih putra, sedangkan Marens Tomasoa melatih atlet nomor waikru.

“Pada proses Pelatda sejak Januari – Maret 2020 kemudian dipulangkan karena pandemi Covid-19,   semua program latihan dan yang melatih dibuat oleh Uktulseja dan Marens Tomasoa setelah keluarnya hasil tes awal dan petunjuk serta penetapan makro siklus antar pelatih dan bidang teknis Pelatda PON,” jelasnya. 

Selama proses latihan tersebut, menurutnya, Ungirwalu kerap terlambat bagun pagi dan biasanya yang dibangunkan oleh pelatih Marens Tomasoa maupun Satgas Pelatda dari KONI Provinsi Maluku. Terkadang pula Ungirwalu sering meminta izin ke sekolah karena dia mengajar di SMA Kristen YPKPM Ambon di waktu  pagi bahkan hingga sore hari. 

”Ketika proses Pelatda kembali dilanjutkan, maka latihan dilakukan pada sore hari sekira pukul 16.00 WIT. Meski begitu, Ungirwalu sering datang terlambat dengan alasan yang bersangkutan sedang mengajar. Ungirwalu selalu datang pada pukul 17.00 - 17.30 WIT,  namun terkadang dia juga tidak pernah hadir sama sekali.  Semua program mandiri Pelatda juga dibuat oleh saya dan Marens Tomasoa dan kami juga yang melatih,” ungkapnya. 

Dikatakan, disela-sela pelatda Plt Ketua Pengprov Maluku Agus Lomo kembali mengadakan rapat dengan pelatih pelatda yang  dihadiri oleh Agus, Buce Wattimena (Sekretaris Pengprov MI), Ungirwali dan Marens Tomasoa. 

“Agus Lomo kemudian memutuskan membagi atlet untuk dilatih. Ungirwalu melatih atletnya sendiri yakni Lorens Walun dan Melky Maimina. Sedangkan Marens melatih Lionel Kolly dan Rolando Bryan Samloy. Sedangkan saya melatih Yulia Tomasoa dan Chintana Divinubun. Namun saya dan Marens sering melatih empat atlet kami secara bersama-sama. Semua kegiatan dipantau oleh Mariana Hukubun selaku pendamping cabor yang ditugaskan oleh KONI Provinsi Maluku,” katanya.

Uktolseja membeberkan, saat pelatda digelar Januari 2021, saat itu Ungirwalu tak pernah hadir dengan alasan istrinya sakit di Jakarta sehingga semua program latihan dan melatih ditangani oleh Uktolseja dan Marens. 

“Saat itu tidak ada latihan secara virtual, sehingga jika Ungirwalu dalam keterangannya bahwa dia memantau latihan  melalui virtual, maka yang menjadi pertanyaan dengan siapa dia melakukan virtual? Karena enam atlet tersebut dilatih oleh kami bedua. Selain itu, semua program latihan kami yang membuatnya. Hingga kami masuk persiapan khusus PON, Ungirwalu belum hadir. Berdasarkan pengamatan dari bidang teknis waktu tes yang item tesnya ditentukan oleh pelatih, maka muaythai menambah seorang pelatih yakni Ralin Lumoly sehingga kami bertiga melatih semua program latihan yang kami buat hingga akhirnya Ketua Satgas Pelatda PON,  Jantje Haumase yang menelpon Ingirwalu agar kembali dalam waktu dua hari. Hal itu membuat Ungirwalu pun kembali,” ungkapnya. 

Uktolseja mengaku, meminta kepada pelatih Marens untuk berkoordinasi membuat program latihan dengan Ungirwalu tetapi dini hari tak ada satupun program yang ditulis yang disampailkan oleh Ungirwalu. 

“Sedangkan kita melatih harus membuat program latihan berdasarkan hasil tes sebelum memulai persiapan khusus dan juga saya tidak sependapat dengan Ungirwalu, karena  dia tidak mau melatih atlet dengan program latihan kekuatan karena menurut  Ungirwalu latihan keuatan akan membuat otot menjadi kaku. Padahal latihan kekuatan penting bagi ketahanan otot daya ledak yang besar. Selain itu, Ungirwalu tidak sependapat dengan saya terkait dengan kedisiplinan altet pada saat istirahat. Karena atlet sering pulang rumah mereka pulang sampai tengah malam bahkan terkadang subuh barulah mereka kembali ke wisma atlet. Ketika dalam briefing pagi, saya sering sampaikan hal itu dan langsung saya dimarahi habis-habisan oleh Ungirwalu. Dia berdalih sebagai pelatih putra,” ungkapnya. 

Akhirnya, Ungirwalu hanya melatih dua atlet putra yaitu Lorens Walun dan Melky Maimina, sementara satu atlet yaitu Rolando Bryan Samloy tidak bersedia dilatih oleh Ungirwalu karena pelatihanya ada dalam tim yaitu Marens.

“Semua hal ini bisa dicek dengan Ketua Satgas Pelatda PON, Bidang Teknis Pelatda, Satgas pelatda, pendamping Cabor Muaythai yang bertugas di wisma atlet maupun pelatih cabor PON yang berada di Wisma Atlet. Silahkan dicek ke beliau-beliau itu terkait keberadaan dan sikap Ungirwalu selama proses pelatda,” jelasnya.

Uktolseja menjelaskan, saat PON XX/2021-0Papua, atlet Yulia Tomasoa meraih medali perunggu di kelas 54 kg putri dan Chintaba Difinubun meraih medali perunggu di kelas 60 kg putri. 

“Kedua atlet ini sejak sebelum Pra PON, pelatda PON maupun saat tampil di PON dilatih oleh saya dan Marens. Sementara dua atlet yang dilatih Ungirwalu tidak meraih sekeping medali di PON. Bonus yang diberikan Pemprov Maluku adalah bonus kepada pelatih yang atletnya meraih medali, sementara pelatih yang atlet tidak meraih medali tidak mendapatkan bonus. Silahkan cek ke pelatih-pelatih kontingen PON Maluku lainnya. Dari fakta ini, silahkan publik menilai siapa pelatih yang layak dapat bonus,” jelasnya. (AHA)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai