Buruh Loncat dari  Kapal Ciremai, Kacab PT Pelni Ambon Diserang
Kacab PT Pelni Ambon memberikan penjelasan kepada pewarta terkait aksi protes buruh dan penumpang di Dermaga Yos Sudarso Ambon, Senin (12/1) ---istimewa.
FaizalLestaluhu
12 Jan 2026 12:57 WIT

Buruh Loncat dari  Kapal Ciremai, Kacab PT Pelni Ambon Diserang

AMBON,AT-Calon penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, melakukan protes karena mereka tidak dapat membeli tiket. Aksi protes ini berlangsung di Dermaga Pelabuhan Yos Sudarso, Senin (12/1) sekira pukul 9.00 WIT.

Awalnya, pada pukul 6.00 WIT, Kapal Pelni KM. Ciremai tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Proses embarkasih dan debarkasih berjalan aman dan lancar, namun setelah kapal suling 3 (persiapan bertolak) pada Pukul 9.00 WIT, masih terdapat banyak calon penumpang yang tidak dapat membeli tiket untuk berangakat. Hal ini memicu aksi protes dari penumpang dan para buruh bagasi. 

Suasana semakin memanas lantaran ada beberapa buruh bagasi yang tertinggal di atas kapal pada saat kapal akan berangkat, tapi dari pihak Pelni tidak mau menurunkan tangga kapal, sehingga buruh yang masih berada di atas kapal terpaksa loncat ke laut. Amarah para buruh yang berada di dermaga langsung memuncak saat melihat peristiwa itu, mereka meluapkan emosi dengan menyerang Kepala Cabang PT Pelni Ambon, Marthin Heryanto dengan melempar dengan botol air mineral, beruntung personil Polsek KPYS dibantu Personil TNI AL yang bertugas di pelabuhan berhasil mengamankan Marthin kemudian dibawah ke Polsek KPYS.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Arie Satria Putra membenarkan kejadian tersebut. 

"Benar, tadi pagi ada penumpang dan buruh bagasi melakukan protes di dermaga, " ungkap Satria saat dikonfirmasi media ini, Senin (12/1). 

Lanjut Satria, penumpang protes lantaran mereka tidak dapat membeli tiket namun memaksa untuk naik ke kapal. Sementara buruh menyerang Kacab Pelni Ambon dengan cara melempar botol air mineral. Mereka tidak terima karena rekannya loncat ke laut. 

"Suasana berhasil diredam setelah personil KPYS dan personil AL berhasil mengamankan Kacab Pelni kemudian dibawah ke Polsek, " terang dia. 

Satria menuturkan, berdasarkan keterangan dari Kacab Pelni bahwa, 
penumpang yang tidak memiliki tiket tidak diperbolehkan untuk berangkat. 

"Pihaknya (Pelni) sudah berusaha untuk menambah tiket non site sebanyak 100 tiket tambahan, namun dari pusat hanya menyetujui 30 tiket tambahan langsung habis terjual sehingga untuk meminta tambahan lagi tidak diberikan. 
Untuk penumpang dari luar Kota Ambon apabila ingin berangkat menggunakan kapal Pelni diharpkan agar langsung membeli tiket pulang pergi agar lebih mudah pada saat akan kembali atau pulang, " ungkap Satria meniru perkataan Marthin. (Cal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai