Bupati SBT Launching Intervensi Serentak Pencegahaan Stunting
Sarman
06 Jun 2024 21:18 WIT

Bupati SBT Launching Intervensi Serentak Pencegahaan Stunting

BULA,AT---Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas bersama Ketua TP PKK SBT Yulia Misa Keliobas dan Plt kepala dinas Pengendalian Penduduk dan KB SBT Ismail Suwakul melaunching intervensi serentak pencegahan stunting untuk meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke Posyandu (Pos pelayanan terpadu) dan mendeteksi masalah gizi serta edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran di dua desa lokus stunting.  

Dua desa lokus stunting tersebut yaitu desa Tansi Ambon yang dipusatkan di Posyandu setempat dan desa Bula, kecamatan Bula, kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (3/6/2024).  

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan yang akan dilaksanakan seceara serentak di 15 kecamatan sesuai dengan jadwal Posyandu di masing-masing kecamatan selama bulan Juni yang diharapkan tetap berjalan pada bulan dan tahun selanjutnya secara berkelanjutan, "kata Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB SBT Ismail Suwakul.  

Kegiatan launching intervensi serentak pencegahan stunting ditandai dengan pemukulan tipa oleh Bupati Abdul Mukti Keliobas dan Ketua TP PKK SBT Yulia Misa Keliobas didampingi Plt Kepala dinas Pengendalian Penduduk dan KB SBT Ismail Suwakul dan asisten Bupati M Syafri Rumain di Balai pertemuan desa Tansi Ambon.  

Bupati Abdul Mukti Keliobas dalam kesempatan itu mengaku bersyukur kegiatan launching intervensi serentak pencegahan stunting bisa dilaksanakan di kabupaten Seram Bagian Timur.  

Ia berharap melaui kegiatan ini ada upaya-upaya nyata dilakukan dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di daerah ini.  
"Memang beberapa kali pertemuan terkahir dengan pak Gubernur, SBT dari beberapa tahun kemarin itu kita sudah bisa cegah angka stunting namun beberapa tahun terakhir stunting makin naik juga kita kalau tidak salah naik dua sampai tiga digit. 

Jadi mudah-mudahn dengan kondisi ini ada upaya-upaya yang dilakukan oleh kita semua, "ujarnya.  
Keliobas mengatakan, launching intervensi serentak pencegahan stunting dilaksanakan sesuai amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.  

Ia menjelaskan intervensi serentak pencegahan stunting dilakukan di setiap daerah bertujuan untuk meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke Posyandu (Pos pelayanan terpadu), mendeteksi masalah gizi serta memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran yang memiliki masalah gizi guna menurunkan angka kasus.  

Oleh karena itu, Keliobas meminta Organisasi Perangkat Daerah terkait, camat hingga kepala Desa untuk membantu melakukan gerakan dalam rangka penurunan kasus stunting.  

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada semua pimpinan OPD paling tidak setelah ini pimpinan OPD juga memiliki gerakan untuk bagaimana bisa membantu. Kalau di Provinsi ada satu OPD satu desa binaan, saya berharap ini juga dilakukan di SBT jangan cuma diserahkan penuh ke Kepala dinas KB saja dan kepada para camat agar verifikasi dana desa tahun 2024 ini supaya kepala-kepala harus siapkan anggaran pemberian makanan tambahan kepada anak-anak stunting terutama untuk asupan gizi dan lain, " kata Keliobas.  

Dalam launching intervensi serentak pencegahan stunting ini juga dilakukan penyerahan bingkisan oleh Bupati dan Ketua TP PKK SBT berupa makanan tambahan kepada bayi/balita, susu kepada ibu hamil, BKB KIT berupa Buku Pengetahuan dan alat permainan anak-anak kepada kader Posyandu di dua desa tersebut. (JU).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai