Bupati Diminta Ganti Kepsek SDN 2 Tiang Bendera
SD Negeri 2 Tiang Bendera.
FaizalLestaluhu
30 Mar 2024 14:02 WIT

Bupati Diminta Ganti Kepsek SDN 2 Tiang Bendera

-Diduga Manipulasi Laporan Dana Bos 

AMBON, AT-Kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tiang Bendera, Suleman Waly kembali disorot, bahkan diminta kepada Pj Bupati Seram Bagian Barat untuk diganti. Hal ini terkait dengan pengelolaan Dana Bos yang diduga disalahgunakan, dan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) tidak transparan kepada orang tua siswa.

Ketua Komite Sekolah SD Negeri 2 Tiang Bendera, Alihamu Rumbia kepada media ini membeberkan kondisi keuangan sekolah yang tidak transparan, bahkan sejak awal tidak pernah berkomunikasi dengan Komite Sekolah. Sementara disisi lain kondisi sekolah terus mengalami kemunduran.

“SD Negeri 2 Tiang Bendera dalam beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan. Bahkan, tahun ajaran 2023 lalu nyaris tidak mendapat siswa baru. Karena orang tua murid enggan memasukan anaknya di sekolah tersebut, mereka lebih memilih di SD Negeri 1,” bebernya saat menghubungi media ini via telpon seluler, kemarin.

Kondisi SD negeri Tiang Bendera, Kecamatan Huamual Belakang yang terus terpuruk ini, akui dia, pihaknya sudah beberapa kali mengeluhkan dan bahkan menyurati pihak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan namun tidak pernah digubris.

"Kami sudah menyuratis ke dinas (pendidikan) terkait kondisi yang terjadi di sekolah ini, tapi hingga kini belum ada respon sama sekali dari Pemkab, " beber dia. 

Rumbia mengatakan, secara internal di sekolah dalam rapat bersama orang tua murid juga sudah pernah dibicarakan dengan kepala sekolah terkait kondisi sekolah yang memprihatinkan. 

“Kita pernah pertanyakan dana bos dan beasiswa PIP tapi kepala sekolah selalu beralasan macam-macam. Sementara di internal sekolah, kita lihat tidak ada perbelanjaan yang rutin, bahkan beberapa kali kita dengar para guru harus patungan untuk beli kertas dan alat kelengkapan pembelajaran,” bebernya lagi. 

Sedangkan, kata dia, alokasi dana BOS di SD Negeri 2 Tiang Bendera diperkirakan mencapai lebih Rp 100 juta dalam setahun. Hal ini bisa dihitung dari pengalokasian dana Bos Rp 1 juta lebih per siswa dalam setahun.

“Jumlah siswa SD Negeri 2 Tiang Bendera itu sekira 150 orang. Kalau dikali 1 siswa Rp 1 juta maka setahun lebih Rp 100 juta. Dengan angka dana BOS yang begitu besar kok, kenapa kebutuhan sekolah tidak bisa dipenuhi, ini kan aneh,” tandasnya.

Dan yang lebih mengherankan, tutur Rumbia, sejauh ini tidak pernah ada koreksi atau evaluasi dari istansi terkait.

“Sejauh ini dalam perencanaan sekolah tidak pernah melibatkan Komite. Begitupun dalam laporan realisasinya, karena itu kami menduga bahwa laporan realisasi dana BOS SD Negeri 2 Tiang Bendera yang disampaikan kepala sekolah itu sarat manipulasi,” tandasnya.

Begitupun realisasi beasiswa  PIP, kata dia, tidak pernah dijelaskan kepada orang tua murid. Padahal sebagai pembanding SD Negeri 1 Tiang Bendera tiap tahunnya itu terus direalisasi.

“PIP SD Negeri 2 itu tidak jelas. Bahkan, Tahun 2021 itu dilaporkan kepala sekolah bahwa tidak kebagian, padahal kita tahu bocoran informasinya dari pihak bank itu tiap tahun ada, dan dicairkan kepala sekolah,” bebernya.

Belum lagi kondisi fisik sekolah yang masih memprihatinkan mulai dari ruang belajar hingga WC yang tidak terurus, kata dia, sangat membutuhkan perhatian serius. 

“Solusinya kepala sekolahnya harus diganti, karena dia tidak mampu. Kita berharap pengawas dan tim kabupaten harus menyampaikan fakta yang benar, bukan membela kepala sekolah. Dan, kondisi yang ada di SD Negeri 2 Tiang Bendera itu kita berharap ada perhatian serius dari kepala dinas maupun bupati,” harapnya menutup pembicaraan. (Yus) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai