NAMROLE,AT-Bupati Buru Selatan (Bursel), Safitri Malik Soulisa meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Dusun Wamsoba, Desa Walli, Kecamatan Namrole, kemarin.
Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Buru Selatan itu untuk memastikan penanganan sampah sudah dilakukan secara baik dan benar di areal TPA oleh petugas pengangkut sampah.
Dalam peninjauan ini, Soulisa ldidampingi Wakil Bupati, Gerson Elieser Selsily, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Samsul Sampulawa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) , Lukman Soulisa serta Plt Kepala Bappeda, Melkior Soulisa dan Ruslan Malik tim percepatan Pembangunan daerah. Peninjauan ini dalam rangka untuk optimalisasi TPA pada 2024 nantinya.
Tiba di lokasi, Safitri sempat menyisir areal TPA, mulai dari lokasi pembuangan hingga areal tempat tinggal petugas dan areal parkir mobil-mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Buru Selatan.
Soulisa berharap , Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta dinas teknis terkait dapat melakukan optimaliasi TPA dengan baik untuk persiapan jangka panjang.
"Sampah akan terus bertambah sesuai dengan pertumbuhan penduduk. Untuk itu, TPA seperti ini sangat diperlukan dan perlu optimaliasi arealnya agar lebih baik lagi," harapnya.
Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengatakan, saat ini jumlah produksi sampah masih dalam batas kewajaran apakah itu sampah rumah tangga, sampah dari dinas teknis terkait dan juga sampah lainnya.
"Kedepan seiring dengan pertambahan penduduk, maka jumlah sampah akan meningkat karena ada pengembangan pembangunan dan juga pertambahan penduduk. Ini yang harus diantisipasi. Termasuk apakah lokasi TPA saat ini sudah cukup atau perlu dilakukan perluasan areal. Karena setiap tahun pasti ada peningkatan jumlah sampah," kunci Soulisa memprediksi.
Plt Kadis Lingkungan Hidup, Samsul Sampulawa mengatakan, TPA Wamsoba memiliki teknologi Sanitary Landfill yang mampu menghancurkan sampah dan mengubah airnya menjadi gas metana.
"Penggunaan sistem Sanitary Landfill dilakukan untuk membuat kawasan di sekitar tidak tercemar oleh bau dari timbunan sampah," terangnya.
Sampulawa menambahkan, luas areal TPA ini sekitar 6 Hektar untuk menampung sampah-sampah dari wilayah Kota Namrole dan sekitarnya yang per harinya mencapai 60 ton.
"Untuk saat ini areal ini masih cukup. Tetapi apakah bisa bertahan untuk 10 atau 20 tahun kedepan . Ini yang harus diperhatikan," tutupnya. (ESI)
Dapatkan sekarang