Bupati Bursel Serahkan SK untuk 237 Nakes Jalur P3K
Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa saat menyerahkan secara simbolis SK Pengangkatan 237 Pegawai Kesehatan Jalur P3K di Sela- sela peringatan Syukuran HUT ke 15 Kabupaten Buru Selatan, Senin (24/7) kemarin. ---Edy/Ameks.
FaizalLestaluhu
24 Jul 2023 21:03 WIT

Bupati Bursel Serahkan SK untuk 237 Nakes Jalur P3K

NAMROLE,AT-Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa akhirnya menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 237 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). Penyerahan SK secara simbolis ratusan pegawai bidang kesehatan itu dilakukan disela-sela upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buru Selatan ke-15 yang berpusat di Jalan Kantor Bupati Buru Selatan, Senin (24/7). 

Orang nomor satu di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena itu berharap, ratusan pegawai yang telah menerima SK  bisa melakukan tugas dan tangung jawabnya dengan baik.

"Saya berharap semua pegawai kesehatan jalur P3K bisa segera melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Buru Selatan," harapnya. 

Sebelumnya diberitakan media ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia  (BKPSDM ) Kabupaten Buru Selatan, Dullah Tualeka mengaku  Surat Keputusan (SK) pengangkatan 237 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) bidang kesehatan telah disiapkan. Hanya saja, penyerahan  SK tersebut kepada ratusan pegawai itu masih menunggu kehadiran ibu bupati (Safitri Malik Soulisa) karena sementara masih diluar Kota Namrole. 

"Untuk SK 237  tenaga kesehatan jalur P3K kita sudah siapkan. Saat ini kita sementara menunggu bupati tiba di Namrole untuk penyerahannya. Karena proses penyerahan itu akan dilakukan secara simbolis oleh bupati," ujar Tualeka di ruang kerjanya, kemarin.

Tualeka mengatakan, dari jumlah tenaga kesehatan sebanyak 237 orang itu, satu orang mengundurkan diri sehingga yang tersisa hanya 236 orang. Dari jumlah ini ada 4 orang tenaga dokter.

"Satu orang mundur karena mendapatkan beasiswa dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengikuti pendidikan dokter spesilis di Jakarta," terangnya.

Setelah menerima SK, lanjut Tualeka, ratusan pegawai ini akan ditempatkan pada  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Salim Alkatiri, Rumah Sakit Pratama di desa Fogi Kecamatan Kepala Madan serta semua Puskemas di enam kecamatan dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan.

"Karena kita punya tenaga kesehatan masih kurang, makanya mereka akan ditempatkan pada semua fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Buru Selatan," sebutnya.

Sementara untuk 314 tenaga guru yang telah dinyatakan lulus seleksi lewat jalur P3K, kata dia, Surat Keputusan (SK) sementara disiapkan.

"Untuk guru kita masih siapkan. Kalau sudah siap juga akan diserahkan sehingga mereka  bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagaimana mestinya, " tegas Tualeka.

Ditanya terkait langkah yang akan diambil bila kedepan, para pegawai  ini pindah tugas  ke tempat lain, Tualeka mengaku, langkah tegas akan diambil hingga pemberhentian.

"Jadi untuk pegawai P3K  baik itu guru maupun tenaga kesehatan tidak bisa pindah ke tempat lain. Mereka harus mengabdi sesua dengan wilayah atau tempat saat SK dikeluarkan. Kalau ada kita akan berikan sanksi tegas hingga pemberhentian. Karena perbedaan pegawai P3K dengan ASN adalah pegawai P3K tidak bisa  dimutasi. Kalau ASN itu bisa di mutasi," tutup pria kelahiran Desa Pelauw, Pulau Haruku, Maluku Tengah ini. ( ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai