NAMROLE,AT- Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Kai Wait Namrole. Sidak dilakukan untuk mengetahui secara langsung harga dan stok kebutuhan
Sidak yang berlangsung pada Senin (31/10) turut dihadiri Asisten II Ibrahim Banda, Kepala Dinas Perdagangan Hamis Souwakil, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Salim Bahta, Kepala Dinas Perhubungan Hakim Tuankota, Keala Dinas Pariwisata La Ode
Malik, Kepala Dinas Perikanan, Ja'far Souwakil, dan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Coneles Sahetapy.
Tiba di Pasar Kai Wait sekira pukul 13: 30 WIT, Soulisa langsung berdialog dengan sejumlah pedagang sayur, ikan dan sembako.
“Sayur-sayuran ini dari mana?,” tanya Soulisa kepada pedagang sayur. Pedagang menjawab, sayuran dipasok dari kecamatan Waesama.
Soulisa mengaku, belakangan harga barang termasuk kebutuhan masyarakat melonjak tinggi. Kondisi ini yang memicu kenaikan inflasi di Indonesia, termasuk di Buru Selatan.
"Kalau untuk Bursel, saya kira tidak terlalu berpengaruh karena masyarakat masih bisa menjangkau berbagai kebutuhan sehari- hari yang dijual di pasar," ujarnya.
Bupati berharap para pedagang di Pasar Kait Wait tidak menaikan harga barang semaunya, tetapi harus mempertimbangkan berbagai hal. Selain itu, tidak boleh menimbun kebutuhan, karena bisa mengakibatkan kelangkaan yang memicu inflasi. "Ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pedagang," ingatnya
Kepala Dinas Perdagangan, Hamis Souwakil mengatakan, Sidak yang dilakukan Bupati Safitri Malik Soulisa semata- mata untuk melihat kondisi pasar secara langsung, baik terkait ketersediaan barang dan harga.
"Kehadiran ibu bupati itu untuk memastikan harga dan ketersedian kebutuhan masyarakat. Langkah ini juga untuk mencegah sekaligus mengendalikan laju inflasi," sebutnya.
Namun, kenyataannya kebutuhan masyarakat di Pasar Kai Wait Namrole tersedia dalam jumlah cukup. “Ternyata bahan kebutuhan pokok tersedia dan harga stabil bahkan ada yang turun,” jelasnya. (ESI)
Dapatkan sekarang