NAMROLE,AT- Bupati Buru Selatan (Bursel), Safitri Malik Soulisa berharap Angkatan Muda Gereja Protetstan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan dapat memainkan peran secara aktif ditengah masyarakat dan menjadi mitra yang baik, bagi upaya bersama untuk memajukan daerah ini.
Bukan itu saja, melalui kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna Daerah (MPPPD) ke- 27 , AMGPM dapat menjadi saksi- saksi iman dan mampu memperlihatkan karakter serta identitas pemuda GPM ditengah kehidupan masyarakat. Hal ini disampaikan Soulisa dalam sambutannya yang di bacakan Asisten I Tata Pemerintahan Sekda Buru Selatan, Ruslan Makatita saat pembukaan MPPD ke -27 AMGPM Daerah Buru Selatan yang berlangsung di gedung Gereja Getsemani Jemaat GPM Waehaolong Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, kemarin.
AMGPM Bursel, lanjut Soulisa, dituntut bekerja secara nyata di tengah- tengah masyarakat, guna mewujudkan masyarakat yang rukun, religius serta toleran, aman, damai dan sejahtera.
"Saya berharap kepada seluruh kader AMGPM supaya tetap berpegang teguh pada moto AMGPM, "Kamu Adalah Garam dan Terang Dunia." Kiranya setiap permasalahan yang dihadapi dapat dimusyawarahkan secara baik dan dilandasi dengan semangat kebersamaan dan kesatuan presepsi yang jauh kedepan sehingga musyawarah ini dapat merumuskan serta menghasilkan keputusan - keputusan yang bermakna," tutup dia.
Sementara itu Dedy Seleky, Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan mengatakan, pelaksanaan MPPD ke-27 Tahun 2023 dilakukan di bawah sorotan tema “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan telah datang dan Kerjakanlah Keselamatan” . Tema ini memiliki makna yang relefan dengan perkembangan wilayah regional dan dunia yang begitu cepat dengan perubahan dan tantangan tetapi juga masalah yang dihadapi sehingga menuntut penguatan AMGPM dan gereja untuk dapat menghadapi realitas perkembangan dan tantangan dimaksud," ungkapnya.
Seleky menegaskan, ada tiga hal pokok terkait pelaksanaan MPDD ke 27. Pertama, bagi kepengurusan Pengurus Daerah periode 2020-2025 hasil Konferda di Jemaat GPM Leksula Cabang V Betlehem, harus melakukan pelayanan di dua tahun ini dan jadikan sebagai tahun evaluasi, sekaligus mengerjakan penataan organisasi secara lebih baik, secara kelembagaan maupun pola organisasi dan pelayanannya.
"Kemudian, dalam upaya menghadirkan kemandirian ekonomi bagi Kader AMGPM Daerah Buru Selatan. Terakhir adalah membangun sinergitas dan solidaritas sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai edukasi dan advokasi bagi lingkungan, budaya, nilai-nilai gender dan upaya-paya kesadaran hukum boleh dilakukan," ulasnya.
Sejalan dengan tiga hal pokok diatas, kata Seleky, tentunya gumulan dan tantangan ke depan sungguh sangat berat. Oleh karena itu, gumulan dan tantangan tersebut harus ditatah sejak dini, dengan jalan menjadikan AMGPM sebagai wadah tunggal pembinaan pemuda GPM yang berkontribusi bagi pembentukan spiritualitas kader. Masih dalam Aksentuasi kepada pendidikan kader menjadi perlu agar seluruh potensi pemuda GPM pada wilayah pelayan Klasis Buru Selatan menjadi sumber daya umat GPM yang tulus dan sungguh-sungguh menjalankan misi GPM di setiap Jemaat.
"Kader AMGPM sudah saatnya berkreatifitas di tengah Tranformasi Digital, karena itu kita harus sadar bahwa manusia yang memberdayakan teknologi. Dalam pergerakan ber-AMGPM untuk menyatakan panggilan-Nya AMGPM Daerah Buru Selatan mesti bersanding dengan Pemerintah Daerah tanpa meninggalkan jati diri dan spirit kediriannya," pungkasnya.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Michile Tasane, Anggota DPRD Buru Selatan, Vence Titawael, Herlin Seleky dan Anselany Orang Seleky serta sejumlah pimpinan OPD di Kabupaten Buru Selatan serta perutusan dari AMGPM Cabang dalam wilayah daerah Buru Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut. (ESI)
Dapatkan sekarang