AMBON,AT-Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Marthinus Haulussy Ambon menggelar aksi unjuk rasa, Senin (18/12).
Kedatangan mereka guna menuntut hak yang tak kunjung dibayarkan selama empat, yang dimulai dari tahun 2020 hingga 2023. Pemerintah pun diminta bertanggung jawab.
Menurut salah seorang Nakes bahwa, aksi yang mereka lakukan hari ini adalah untuk menuntut apa yang menjadi hak kami selama ini.
"Bayangkan saja, kami sudah berjuang selama empat tahun untuk mendapatkan jasa pelayanan sejak 2020 hingga detik ini. Tapi, belum juga direalisasikan oleh pemerintah, " ungkapnya kepada media ini usai melakukan unjuk rasa.
Dia merincikan, ada sekitar 600 pegawai yang belum menerima jasa layanan, mulai dari jasa layanan MC (Medical Check up, BPJS hingga anggaran Covid-19.
"Ada ratusan orang yang belum terima dan jumlahnya juga beda-beda. Artinya setiap Nakes menerima jasa pelayanan tidak sama," beber dia.
Sebenarnya, kata dia, jalan keluar sudah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini, mulai dari pertemuan komite medik, hingga konsultasi dengan Dirut, Kepala Inspektora maupun dengan Sekda Maluku, termasuk pertemuan dengan DPRD.
" Sebenarnya dewan sudah meminta agar hal Nakes harus dibayarkan. Sayang sampai hari ini hasilnya nihil, " terang dia.
Olehnya, imbuh dia, pada kesempatan kami meminta pemerintah untuk mengamini tuntutan kami. Pertama, pembayaran jasa selama empat tahun dibayarkan tuntas karena itu menjadi hak kami Nakes (UU Nakes No 17 tahun 2023, pasal 273 poin C). Kedua, audit hutang RS Haulussy. Ketiga, menolak perubahan juknis Covid sampai menejemen mempertanggung jawabkan jasa oprasional RS dan ganti Direktur serta manajemennya
"Jujur, manajemen di RSUD ini paling terburuk jika dibandngkan dengan birokrasi sebelumnya. Jika tuntutan kami tidak diterima, maka ratusan Nakes di RS ini akan melakukan aksi mogok kerja," tutup dia sambil meminta namanya tidak dipublikasikan. (CAL)
Dapatkan sekarang