NAMROLE,AT- Realisasi pembangunan secara makro, baik sosial maupun ekonomi telah mengalami kemajuan yang signifikan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Hal ini dimulai dari trand penurunan angka kemiskinanan. Dimana, pada Tahun 2021, berada pada angka 15,89 persen dan pada Tahun 2022 menurun menjadi 14,75 persen.
Pendapatan Domestic Regional Bruto (PDRB) dari tahun ke tahun juga mengalami trend positif. Dimana pada tahun 2021 berada pada posisi 1,4 juta meningkat menjadi 1,6 juta di tahun 2023. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan yang baik. Pada tahun 2021 sebesar 64,80 poin menjadi 65,37 poin pada tahun 2022.
"Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kehadiran daerah otonom Kabupaten Bursel sejak dimekarkan pada Tahun 2008 perlahan-lahan dapat menjawab berbagai harapan hidup masyarakat," hal ini disampaikan Safitri Malik Soulisa, Bupati Bursel dalam sambutannya saat membuka kegiatan Muyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Bursel Tahun 2024 yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buru Selatan di Aula Lantai II Kantor Bupati, kemarin.
Orang nomor satu di Kabupaten Buru Selatan ini menjelaskan, realisasi capaian indikator pembangunan daerah sesuai arah kebijakan RPJMD Tahun 2021-2026 merupakan janji politik yang termaktub dalam indikator kinerja.
"Dari lima indikator prioritas dapat terealisasi sebesar 66,16 persen, Indicator Kinerja Kunci (IKK) yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni aspek kesejahteraan masyarakat yang mencapai 95,33 persen, pelayanan umum sebesar 59,98 persen dan aspek daya saing tercapai sebesar 66,89 persen," jelasnya.
Selnajutnya, kata Soulisa, program-program desa unggulan dengan 5 program indikator dapat terealisasi sebesar 65 persen.
“ Dengan demikian dapat kami sampaikan bahwa semua indikator-indikator tersebut pada umumnya terealiasi dengan baik. Dimana capaian 5000 tenaga kerja sudah mampu teralisasi. Ini dilakukan melalui program kegiatan pembangunan daerah pada tahun 2022 dan 2023. Begitu juga dengan 1000 perempuan mandiri pedesaan yang terimplementasi melalui penggunaan dana desa maupun APBD sebesar 87,5 persen,” terangnya.
Menurutnya, Musrembang tahun ini, merupakan penjabaran tahun ketiga, dari penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Kabupaten Buru Selatan periode 2021-2026. Olehnya itu sangat dibutuhkan dukungan semua pihak menyuseskan pelaksanaan Musrembang dalam upaya bersama-sama membangun kabupaten tercinta ini.
"Musrembang tingkat kabupaten merupakan amanat Undang-undang nomor 25 tahun 2004, tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dan peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana kerja pemerintah daerah," jelasnya.
Mengacu pada visi dan misi bupati dan wakil, kata Soulisa, yakni meningkatkan kemandirian Buru Selatan secara berkelanjutan, sebagai kabupaten yang rukun, adil dan sejahtera berbasis agro marine , yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Buru Selatan tahun 2021-2026, maka tema yang diusung pemerintah kabupaten Buru Selatan tahun 2023 adalah ”Pemantapan Pemulihan Ekonomi, Mitigasi Bencana dan Pemerintahan Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Serta Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilukada Yang Demokratis".
"Nah, berdasarkan tema tersebut, maka pembangunan akan diarahkan pada, Reformasi Birokrasi, Pertumbuhan Ekonomi Dan Daya Saing Daerah, Penaggulangan Kemiskinan, Peningkatan Kualitas Hidup dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) serta Pembangunan Sarana dan Prasarana Wilayah," pungkas. Soulisa.
Pelaksanana Musrembang ini dihaidir Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily, Ketua DPRD, Muhajir Bahtta, Wakil Ketua DPRD, La Hamidi, Kapolres Buru Selatan ,AKPB M.Agung Gumilar,SIK, Pabung Kodim Namrole, pimpinan OPD, tim percepatan pembangunan daerah. Kegiatan ini mengahdirkan sejumlah narasumber yakni perwakilan Bapedda Provinsi Maluku, Kepala Bapedda Bursel, Kepala Badan Pusat Statistik serta tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Buru Selatan.(ESI)
Dapatkan sekarang