Buka Musrembang, Soulisa Sebut Angka Kemiskinan di Bursel Menurun
Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa yang di dampingi Wakil Bupati, Gerson Elieser Selsily dan juga Kapolres Buru Selatan, AKBP M Agung Gumilar, SIK Kepala Bappeda Melkior Solisa saat menekan telapak tangan di layar monitor sebagai pertanda dibukanya kegiatan Musrembang.
Edy /Ameks
FaizalLestaluhu
30 Mar 2023 20:02 WIT

Buka Musrembang, Soulisa Sebut Angka Kemiskinan di Bursel Menurun


NAMROLE,AT- Realisasi  pembangunan secara makro, baik sosial maupun  ekonomi telah  mengalami kemajuan yang signifikan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Hal ini  dimulai dari trand penurunan angka  kemiskinanan.  Dimana, pada Tahun 2021,  berada pada angka 15,89 persen  dan pada Tahun 2022 menurun menjadi 14,75 persen. 
Pendapatan  Domestic Regional Bruto (PDRB)  dari tahun ke tahun  juga mengalami  trend positif.  Dimana pada tahun 2021  berada pada posisi 1,4 juta meningkat  menjadi 1,6 juta  di tahun 2023. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan  yang baik.   Pada tahun 2021 sebesar 64,80 poin menjadi 65,37 poin  pada tahun 2022.

"Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kehadiran daerah otonom  Kabupaten Bursel sejak dimekarkan pada  Tahun 2008  perlahan-lahan  dapat menjawab  berbagai harapan hidup  masyarakat," hal   ini disampaikan Safitri Malik Soulisa, Bupati Bursel dalam sambutannya saat membuka kegiatan Muyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang)  Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)  Kabupaten  Bursel Tahun 2024 yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buru Selatan  di Aula Lantai II Kantor Bupati, kemarin. 

Orang nomor satu di Kabupaten Buru Selatan ini menjelaskan, realisasi capaian indikator  pembangunan daerah  sesuai arah kebijakan  RPJMD Tahun 2021-2026  merupakan janji  politik yang termaktub dalam indikator  kinerja. 

"Dari lima indikator prioritas  dapat terealisasi  sebesar 66,16 persen, Indicator  Kinerja Kunci (IKK)  yang  terbagi menjadi tiga bagian,  yakni aspek  kesejahteraan masyarakat yang mencapai 95,33 persen, pelayanan umum  sebesar 59,98 persen  dan aspek daya saing  tercapai sebesar 66,89 persen," jelasnya.


Selnajutnya, kata Soulisa, program-program desa unggulan  dengan 5 program  indikator  dapat terealisasi  sebesar 65 persen.

“ Dengan demikian dapat kami sampaikan  bahwa semua indikator-indikator  tersebut  pada umumnya  terealiasi dengan baik. Dimana capaian 5000 tenaga kerja sudah mampu  teralisasi. Ini dilakukan   melalui program  kegiatan pembangunan daerah pada tahun 2022 dan 2023. Begitu juga  dengan  1000 perempuan mandiri  pedesaan yang  terimplementasi  melalui penggunaan  dana desa  maupun APBD sebesar 87,5 persen,” terangnya.  

Menurutnya,  Musrembang tahun ini, merupakan  penjabaran tahun ketiga, dari penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Daerah (RPJM)  Kabupaten Buru Selatan periode 2021-2026.  Olehnya itu sangat dibutuhkan dukungan semua pihak menyuseskan pelaksanaan Musrembang  dalam upaya bersama-sama  membangun kabupaten tercinta ini. 

"Musrembang  tingkat kabupaten  merupakan amanat Undang-undang  nomor 25 tahun 2004, tentang sistem  perencanaan pembangunan  nasional  dan peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor  86 tahun 2017  tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi  pembangunan daerah, tata cara evaluasi  rancangan peraturan daerah  tentang rencana pembangunan  jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah serta  tata cara perubahan  rencana pembangunan  jangka  panjang daerah,  rencana pembangunan jangka menengah daerah  dan rencana kerja pemerintah daerah," jelasnya.

Mengacu pada visi dan misi bupati  dan wakil, kata Soulisa,  yakni meningkatkan kemandirian Buru Selatan  secara berkelanjutan, sebagai kabupaten yang rukun, adil dan sejahtera berbasis agro marine , yang tertuang dalam  RPJMD  Kabupaten Buru Selatan tahun 2021-2026,  maka tema yang diusung pemerintah kabupaten  Buru Selatan tahun 2023 adalah ”Pemantapan  Pemulihan Ekonomi,  Mitigasi Bencana dan Pemerintahan Berbasis  Digital  Dalam Meningkatkan  Kesejahteraan  Masyarakat  Serta  Penyelenggaraan Pemilu  dan Pemilukada  Yang Demokratis".

"Nah, berdasarkan  tema tersebut, maka   pembangunan akan diarahkan pada, Reformasi Birokrasi,  Pertumbuhan Ekonomi  Dan Daya Saing Daerah, Penaggulangan Kemiskinan, Peningkatan Kualitas Hidup  dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) serta Pembangunan  Sarana dan Prasarana Wilayah," pungkas. Soulisa.

Pelaksanana Musrembang ini dihaidir Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily, Ketua DPRD, Muhajir Bahtta, Wakil Ketua DPRD, La Hamidi, Kapolres Buru Selatan ,AKPB M.Agung Gumilar,SIK, Pabung Kodim Namrole, pimpinan OPD, tim percepatan pembangunan daerah. Kegiatan ini mengahdirkan sejumlah narasumber yakni perwakilan Bapedda Provinsi Maluku,  Kepala Bapedda Bursel, Kepala Badan Pusat Statistik serta  tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Buru Selatan.(ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai