MASOHI,AT-Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, akan bangun jembatan darurat di Kawanua Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, Rabu (12/7). Hal itu diungkapkan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Maluku Tengah, Hasan Firdaus kepada media ini di Masohi, kemarin.
Firdaus mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak BPJN Maluku, guna menindaklanjuti terputusnya jembatan Kawanua tersebut.
"Sejauh ini kami telah membangun komunikasi dengan pihak BPJN Maluku Tengah, dan sudah sama-sama ke lokasi untuk melakukan observasi pembuatan jalur darurat," ucapnya.
Dikatakan bahwa, dalam beberapa hari kedepan, pihaknya bersama BPJN akan membangun jembatan darurat agar dapat memudahkan akses masyarakat.
"Secepatnya akan dibangun," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku S. Bambang Widyarta, didampingi Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol telah meninjau jembatan Kawanua, Tehoru yang roboh pada Senin dinihari 10 Juli 2024.
Tiba di lokasi jembatan roboh pada Senin petang, Bambang pun memastikan ada dua bentangan jembatan yang memiliki panjang 120 meter roboh.
"Jadi kami subuh tadi mendapat kabar dari tim di lapangan bahwa Jembatan Kawanua bentang total 520 meter. Nah, akibat bencana kemarin, ada bentangan jembatan 120 meter yang hanyut di ruas jalan nasional tersebut. Sehingga pagi ini kami langsung meluncur ke lokasi," katanya.
Pasalnya, kata dia, jembatan tersebut merupakan akses penghubung satu-satunya dan menjadi sangat vital bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah karena tidak ada jalan jalur lain.
"Hanya memiliki satu solusi, yakni dengan jembatan bailey untuk penanganan sementara. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa kembali melewati akses jembatan, sekaligus agar distribusi bahan pokok tidak menjadi kendala, " tutup dia.
Hal senada juga disampaikan Toce Leuwol, Kasatker PJN Wilayah II Maluku. Menurutnya, untuk penanganan sementara akan dibangun jembatan bailey atau jembatan darurat dari rangka baja dengan bentang 150 meter.
"Jembatan putus ditangani dengan Jembatan Bailey secepatnya saat air sudah surut dengan bentang 30×5 meter atau 150 meter. Jadi setelah banjir surut diharapkan kemudian bisa fungsional," singkat Toce
Selain itu, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku Tengah, Abd. Latif Key mengatakan berdasarkan hasil analisis data pada tanggal 10 Juli 2023, terdapat arus siklonik di wilayah perairan Philipina bagian timur yang menyebabkan pembelokan angin yang signifikan di wilayah Maluku Tengah.
Hal tersebut ditunjang dengan kondisi muka laut di Indonesia timur yang menghangat, kondisi ini berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara fluktuatif di sertai angin kencang, petir atau guntur, hal ini juga dapat menyebabkan gelombang ekstrim di wilayah Maluku Tengah yang terjadi dari tanggal 10 Juli hingga 12 Juli 2023.
"Walaupun hari ini melihat kondisi cuacanya cukup memungkinkan atau cerah namun hal ini jangan dianggap bahwa telah selesai karena berdasarkan analisis BMKG yang mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Maluku Tengah hingga 12 Juli masih akan tetap berlanjut," katanya.
Dirinya meminta untuk masyarakat selalu waspada terhadap jalanan yang licin dan jarak pandang yang buruk. Hindari pohon, tiang listrik, papan reklame yang bisa tumbang.
"Saya imbau agar selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan serta selalu update informasi cuaca dan iklim dari BMKG dan BPBD sehingga dapat mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, " kuncinya. (DW)
Dapatkan sekarang