AMBON,AT.-Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon memiliki tanggung jawab beberapa kegiatan prioritas salah satunya mendistribusikan bantuan sarana maupun benih ikan kepada masyarakat.
Pada tahun anggaran 2022 kegiatan prioritas Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon antara lain bantuan benih ikan laut sebanyak 1.033.740. Bantuan tersebut berupa benih ikan konsumsi dan ikan hias, bantuan sarana kebun bibit rumput laut sebanyak 40 paket serta bantuan sarana budidaya ikan system bioflok sebanyak 17 paket.
“ Kegiatan prioritas ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam pengembangan budidaya perikanan” ungkap sarwono Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Sarwono saat ditemui Ambon Terkini pekan lalu.
Sarwono menjelaskan, kegiatan prioritas tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang telah dicanangkan, dimana pada tahun 2022 ini KKP telah menetapkan untuk akselerasi tiga program prioritas yaitu kebijakan penangkapan ikan terukur, pengembangan kampung budidaya berbasis komoditas ekspor, dan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal serta kampung nelayan maju.
“ Pada bulan Agustus tahun 2022, kegiatan prioritas Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon telah mencapai target yang diharapkan, “ akui Sarwono.
Dia membeberkan, bantuan benih ikan laut tersebut terdiri dari 20.000 ekor bantuan benih ikan hias clownfish dan 1.003.500 ekor bantuan benih ikan konsumsi yang terdiri dari benih ikan kakap putih, benih ikan kerapu macan dan benih ikan bubara.
Dari sejumlah bantuan tersebut, lanjut dia, telah didistribusikan ke beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Maluku diantaranya, kota ambon, kabupaten seram bagian barat serta kabupaten maluku tengah. “ Selain di Provinsi Maluku, bantuan benih ikan laut tersebut juga didistribusikan di Provinsi Sulawesi Tenggara, “ katanya.
Pihaknya menjelaskan, bantuan sarana kebun bibit rumput laut merupakan bantuan yang diberikan pada kelompok pembudidaya rumput laut untuk membantu meningkatkan produksi dan menjamin ketersediaan bibit rumput laut di beberapa sentra budidaya rumput laut.
Rumput laut, kata dia, merupakan komoditas unggulan di wilayah kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. Beberapa Kabupaten dan Kota seperti Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Kepulauan Yapen di Papua telah menunjukan perkembangan budidaya rumput laut yang cukup baik.
Menjadi salah satu komoditas utama perikanan budidaya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, ketersediaan bibit rumput laut berkualitas menjadi faktor pembatas dalam pengembangan usaha.
Saat ini perbanyakan bibit dilakukan secara vegetatif dengan menyeleksi thalus dari hasil budidaya yang dilakukan. budidaya rumput laut dinilai cukup efisien karena tidak membutuhkan sarana yang bermacam-macam, sarana utama yang diperlukan hanyalah tali dan pelampung. sebagian besar pembudidaya rumput laut menggunakan metode longline.
“Bantuan sarana kebun bibit ini bisa dikatakan modal tambahan dalam pengembangan usaha budidaya rumput laut, dalam bantuan ini kita juga berikan bantuan bibit rumput laut kultur jaringan yang dikembangkan oleh BPBL Ambon, ” ungkapnya.
Penggunaan bibit berkualitas menjadi penentu keberhasilan budidaya. Karena itu, kata dia, BPBL Ambon saat ini telah mengembangkan bibit rumput laut kultur jaringan, dimana bibit ini dinilai memiliki banyak keunggulan antara lain memiliki sifat unggul seperti induknya, memiliki pertumbuhan thalus yang cepat serta relative tahan dengan serangan penyakit tentunya dengan tata Kelola budidaya yang tepat.
Bantuan sarana kebun bibit rumput laut ini juga menjadi salah satu kegiatan pendukung program kampung perikanan budidaya dimana pada tahun 2022 ini telah di salurkan sebanyak masing masing 6 paket di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten kepulauan Yapen, dimana kedua kabupaten ini berdasarkan permenkp 47 tahun 2021 tentang kampung perikanan budidaya dan perdirjen PB nomor 86 tahun 2022 tentang kelompok kerja pembangunan kampung perikanan budidaya di 130 kabupaten kota, menjadi salah satu kampung budidaya rumput laut yang menjadi tanggungjawab Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon.
“ Semuanya masih dalam proses pendampingan, kita akan kawal terus perkembangannya, “ tandasnya.
Pihaknya menambahkan, selain dua kegiatan prioritas tersebut, BPBL Ambon juga memliki tanggungjawab dalam pengembangan perikanan pedalaman (Tawar) melalui kegiatan bantuan sarana budidaya ikan system bioflok. Bantuan ini telah terealisasi sebanyak 16 paket dari 17 paket yang menjadi target kinerja pada 2022.
Bantuan ini mengembangan komoditas nila dan lele sebagai andalan, kedua komoditas ini memiliki berbagai keunggulan antara lain pertumbuhan relative cepat, mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan serta relative tahan terhadap penyakit.
Dengan system budidaya bioflok ini, padat tebar budidaya ikan dapat ditingkatkan sehingga nilai produksi juga akan semakin meningkat. Dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM pembudidaya, BPBL Ambon juga berkoordinasi dengan Tim TA Anggota Komisi IV DPR RI dalam pelaksanaan kegiatan diseminasi teknologi budidaya ikan.
Dalam kegiatan tersebut, pembudidaya diberikan pemahaman informasi budidaya ikan terkini mencakup teknis maupun non teknis sehingga diharapkan menjadi bekal dalam melaksanakan usaha budidaya ikan.
Sinergitas program kegiatan yang dilakukan antara BPBL Ambon dengan beberapa pihak terkait tentunya akan menunjang ketercapaian outcome yang diharapkan, melihat sejauh mana bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebagai proses pengembangan usaha budidaya ikan.
“ Prinsipnya, sejalan dengan perkembanganya, sinergitas antara BPBL dengan instansi terkait lainnya tentunya akan sangat membantu dalam wujudkan pembudidaya yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera,” pungkasnya. (AKS)
Dapatkan sekarang