AMBON,AT-Calon anggota DPR RI dapil Maluku, Michael Wattimena dari partai Demokrat disebutkan memiliki peluang merebut satu kursi ke Senayan. Ini dibuktikan dengan hasil perolehan suara sementara berdasarkan data C1 semua daerah cukup signifikan.
Kordinator Tim Relawan Michael Wattimena, Ernes Kuhuparuw menjelaskan, suara Michael cukup signifikan di Maluku. Kota Ambon misalnya, untuk Kecamatan Leitimur Selatan Michael yang biasa disapa Bung Michael Wattimena (BMW) meraih 777 suara. Kecamatan Teluk Ambon 1.856 suara.
Sementara untuk Kecamatan lain, belum ditetapkan perolehan suara, namun tim data terus melakukan pengumpulan data C1 KWK dan C1 Plano, sehingga total hasil suara sementara Michael sebanyak 19.129 suara.
Ditegaskan, sesuai sebaran perolehan suara diyakini BMW bisa mencapai 20 ribu lebih suara di Kota Ambon. Karena masih tersisa 148 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 792 TPS yang belum masuk.
"Kalau dari 148 TPS ini BMW dapat 15 sampai 20 suara, maka bisa tembus 20 ribu lebih. Ini berdasarkan data C1 bukan Sirekap yang oleh KPU pusat dinyatakan bermasalah. Memang pemberitaan media sesuai hasil Sirekap calon anggota DPR RI mana di peringkat pertama, kedua, ketiga, dan keempat, Michael urutan kelima, namun kami optimis dengan C1 ini, Demokrat dan BMW akan rebut satu dari empat kursi DPR RI dapil Maluku," ujar Ernes ketika mendampingi BMW bersama tim relawan lainnya saat memberikan keterangan pers di salah satu resto di Ambon, akhir pekan kemarin.
BMW, kata dia, satu satunya calon anggota DPR RI pendatang baru yang turun langsung di 11 Kabupaten dan Kota di Maluku untuk bertemu masyarakat di desa maupun dusun dan sangat mendapat respon baik.
Untuk kabupaten/kota lainnya, data C1 KWK sesuai rekapan sudah sekitar 30 sampai 35 persen yang dikumpulkan tim data. Misalnya Kabupaten Maluku Tengah, perolehan suara sementara BMW, 9.300-an dari 300 TPS yang masuk. Tersisa sekitar 900 TPS yang belum masuk. Daerah lainnya juga demikian, namun totalnya belum dirilis.
Sedangkan daerah seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku Barat Daya (MBD) data perolehan suara BMW belum masuk.
"Dua daerah ini kami belum dapat data C1 KWK dan C1 Plano. Kami perlu C1 ini karena tidak mengacu lagi pada sistem hitungan Sirekap karena sudah dinyatakan bermasalah," katanya.
Ia menyebut, terjadi keanehan perolehan suara calon berdasarkan hitungan KPU di Sirekap. Itu sebabnya tim relawan BMW perlu menjelaskan kepada masyarakat lewat jumpa pers, bahwa ditemukan ada calon yang hanya mendapat 17 suara di TPS, tetapi saat di input ke Sirekap menjadi 117.
Bahkan, satu TPS yang sesuai ketentuan hanya 300 pemilih, tetapi ada calon yang mendapatkan 800 suara di satu TPS.
"Ini sangat tidak masuk akal, kok satu TPS sampai 800 pemilih. Sesuai ketentuan satu TPS hanya 300 pemilih. Tapi ada yang mendapatkan suara lebih dari itu. Itu, keanehan yang diinput di Sirekap untuk calon tertentu. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara yang sudah berusaha semaksimal mungkin, melaksanakan pemilu 2024 dengan baik di Maluku," ujar Kuhuparuw.
Ditempat yang sama Michael Wattimena atau BMW menjelaskan apa yang disampaikan koordinator tim relawan, bahwa ia melakukan kunjungan di 11 Kabupaten/Kota di Maluku benar adanya, dan sepertinya tidak semua calon anggota DPR RI melakukan kunjungan seperti yang dilakukannnya.
Daerah yang dikunjungi lebih dari satu kali, adalah Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan beberapa daerah lainnya.
“Jadi kita tidak hanya kunjungi dua daerah yang memiliki suara dengan jumlah besar, seperti Kota Ambon dan Malteng, tapi juga Seram Bagian Barat. Termasuk daerah lainnya dan kami optimis bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Michael.
Disinggung jika kemungkinan tidak lolos merebut kursi DPR RI, apa yang direncakan ke depan saat Pilkada nanti, akankah maju sebagai calon Walikota Ambon atau Calon Gubernur atau wakil Gubernur Maluku? dengan santai, BMW menjawab apapun yang diperintahkan partai ke depan sebagai kader tetap siap, namun tidak ada usaha maka tidak ada hasil, dan saat ini perlu bekerja untuk mendapatkan hasil maksimal.
"Apakah kita ikut Pilkada. Kita saat ini fokus bergumul hadapi proses yang sementara berlangsung. Apa yang dilakukan ini bagian dari pada keputusan partai. Sebagai elit di DPP Partai Demokrat, apapun yang diperintahkan DPP ke depan, baik di pusat dan daerah, atau dimanapun, sebagai kader, kita harus siap,” tandas BMW. (Jar)
Dapatkan sekarang